Tak Terbukti Gelapkan Uang Nasabah, Direktur PT TPI Divonis Bebas

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Tidak terbukti gelapkan uang nasabah Rp 25 miliar, Direktur PT. Timur Property Investindo (TPI) The Antonius Fregianto alias Egi dan Ketua I Koperasi Simpan Pinjam Timur Pratama Indonesia Inee Irina Luhulima divonis bebas

Putusan bebas itu disampai majelis hakim diketuai Hendra Sutardodo dalam persidangan di ruang Cakra-8 Pengadilan Negeri Medan, Selasa (25/5/2021).

Menurut majelis hakim, kedua terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, sebagaimana dalam dakwaan kesatu dan kedua.

“Membebaskan terdakwa dari unsur dakwaan, sekaligus memulihkan hak, harkat dan martabat kedua terdakwa,” ujar hakim ketua Hendra Sutardodo.

Perlu diketahui, sebelumnya JPU menuntut terdakwa Edi dengan pidana 7 tahun penjara, sedangkan terdakwa Inee Irina dituntut pidana 8 tahun penjara.

Mengutip dakwaan JPU Anita, Direktur PT Timur Property Investindo (TPI), The Antonius Fregianto alias Egi dan Inee Irina Luhulima didakwa pidana penggelapan yang merugikan nasabah Rp 25 miliar.

Peristiwanya, Maret 2016, saksi korban Amelia Kosasih ditawari ikut investasi oleh saksi Nelly, yang sudah dikenalnya sebagai mantan branch manager Bank Danamon Medan.

Tertarik dengan investasi itu, saksi korban Amelia menyimpan dananya Rp1 miliar, dan sampai Mei 2020, Amelia Kosasih sudah menyimpan dananya sebesar Rp20.219.383.728.

Sedangkan saksi Darius Afrizal Syahputra yang sudah menyimpan dana sebesar Rp 5 miliar, terhitung September 2016 sampai September 2019.

Kebetulan, sejak 19 Juli 2018, terdakwa mengubah nama Koperasi Jasa Timur Pratama Indonesia menjadi Koperasi Simpan Pinjam Timur Pratama Indonesia.

Kemudian, terdakwa mengalihkan seluruh dana yang tersimpan di rekening Bank BCA ke PT TPI, sepengetahuan saksi Erik Harjono dan Erwin Soeyanto selaku Komisaris PT TPI.

Pengalihan dana tersebut, ditanpa sepengetahuan para masyarakat yang menyimpan dananya di Koperasi Simpan Pinjam Timur Pratama Indonesia.

Kemudian kedua terdakwa bersama-sama dengan saksi Erik Harjono dan Erwin Soeyanto tidak memiliki izin usaha dalam kegiatan usaha simpan pinjam.

Akibatnya, saksi korban Amelia Kosasih dan Darius Aprizar Syahputra merugi Rp. 25.219.383.728.

Usai persidangan, Farizal Pranata Bahri, selaku penasihat hukum terdakwa mengatakan, mengapresiasi putusan majelis hakim yang sudah memberikan putusan dengan bijaksana dan berkeadilan.

Terkait peggelapan yang menguntungkan kedua terdakwa, papar Farizal, tidak terbukti, sebab tidak ada masuk dana ke rekening ke kedua terdakwa.

“Selain itu, tidak terbukti koperasi bodong karena telah memiliki izin dari kementerian koperasi,” sebutnya.

Pewarta : Zh

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *