Ancaman Penjara Seumur hidup menanti pelaku pembunuh Lisbeth Marthalena Butarbutar

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Toba – Kepolisian resor toba (Polres Toba) melaksanakan konferensi pers dimako polres toba sekaitan hasil penanganan dan pengembangan kasus pembunuhan guru Lisbeth Marthalena butar butar (48) didusum 1 desa lumban lobu, kecamatan bonatua lunasi kabupaten toba, Jumat (28/05/2021).

Dihadapan sejumlah wartawan yang mengikuti kegiatan tersebut, Kapolres toba AKBP Akala fikta jaya Sik didampingi Wakapolres Kompol Janner panjaitan, Kasat reskrim AKP Nelson Sipahutar memaparkan hasil penanganan yang dilakukan pihak kepolisian.

Akala menyampaikan bahwa pembunuhan korban Martha boru Butarbutar berawal dari niat salah seorang tersangka JH (15) yang saat ini masih sedang diburu polisi (DPO) untuk melakukan pencurian dirumah korban.

Dari uraiannya, Kapolres Toba AKBP Akala Fikta Jaya menuturkan bahwa dua tersangka, yakni Junanda Hasibuan dan Yosef Rikki Tambunan telah berencana mencuri di rumah korban Marta boru Butarbutar.

Kemudian, Pada hari Senin (23/05/2021) sekitar pukul 14.00 WIB, tersangka JH dan YPT sudah berada di dalam sebuah warnet di Kota Porsea dan berniat untuk merencanakan melakukan pencurian,” ujar Kapolres Toba AKBP Akala Fikta Jaya.

Selanjutnya, sekitar 2,5 jam setelah betembuk, tepatnya pada pukul 16.30 WIB, kedua tersangka ini mencari dan mempersiapkan benda yang akan digunakan untuk mencuri yakni berupa 1 buah obeng dan 1 buah kunci baut.

“Pada pukul 16.30 WIB, JH dan YPT mencari dan mempersiapkan. Setelah selesai, benda tersebut berada dalam penguasaan JH,” sebut akala.

Setelah itu pada malam harinya pukul 21.30 wib YRK Menchating NDN melalui fb dan mengajak untuk melakukan pencurian hingga ketiga tersangka; Junanda Hasibuan(JH), Yosef Rikki Tambunan(YPT), dan Nick Davidson Napitupulu(NDN) berkumpul di sebuah warnet diporsea dan bersiap melakukan pencurian di rumah korban.

JH dan YPT yang selalu berdampingan berada di sebuah warnet di Kota Porsea. Pada saat itu, JH mengatakan kepada YPT agar mereka mencuri di kampung JH di Desa Lumban Lobu,” tuturnya.

“Alasan mereka adalah di sana ada seorang guru perempuan dan hanya tinggal sendirian. Mereka memastikan bahwa di rumah tersebut ada laptop, uang dan HP serta benda-benda berharga lainnya yang bisa dicuri,” terang kapolres.

“Pada pukul 23.00 WIB, warnet tutup sehingga mereka pindah ke warnet yang lain yang berada di kota Porsea juga. Dan sekitar pukul 23.30 WIB, mereka meminjam sepeda motor untuk berangkat ke lokasi pencurian, rumah korban,” sebutnya.

“Pada hari selasa (24/05/2021), sekira pukul 01.00 WIB, mereka berangkat setelah mendapatkan sepeda motor. Tersangka YPT yang membawa sepeda motor, lalu tersangka JH membawa sebuah obeng dan kunci dalam kantong.

Setiba dilumban lobu, Tsk memarkirkan sepeda motornya di jarak 500 meter agar tidak terlihat warga yg melintas, kemudian JH memandu jalan menuju rumah korban. Setiba dirumah korban persis dibelakang rumah, para Tsk mengatur posisi, NDN berada disudut belakang, YPT memantau sisi depan rumah korban, dan JH masuk dengan terlebih dahulu mencongkel jendela rumah korban dan setelah didalam JH langsung mengeluarkan satu bilah pisau dari pinggangnya yang dibalut dengan menggunakan kain putih. Didalam rumah yg posisi lampu ruang tamu dan kamar tempatnya masuk masih mati lampu, belum lagi JH mencari benda apa yang hendak dicuri, korban menyalakan lampu ruang tamu dan berteriak maling. Akibat teriakan korban tersebut, JH langsung melakukan penusukan kekorban sehingga korban terjatuh dan bersimpuh darah namun saat itu korban masih sempat melakukan perlawanan terang kapolres.

Kemudian kapolres menerangkan kembali, akibat dari teriakan korban, JH berusaha memanggil salah satu temanya yg bernama YPT dan YPT masuk melalui jendela yg mereka buka dan mendapati korban sudah bersimpuh darah dan melakukan perlawanan. Akibat teriakan korban, YPT langsung menutup paksa mulut korban dengan menggunakan kain putih sembari menekan kuat keher korban dan setelah itu JH kembali melakukan penusukan kepada korban hingga korban benar benar tidak berdaya dan selanjutnya ketiganya langsung melarikan diri tanpa membawa benda yg mulanya mereka niatkan untuk mencuri.

Setelah ke 3 Tsk melarikan diri dari desa lumban lobu, ke 3 tsk langsung menuju desa simangkuk kec.parmaksian untuk niat menggadehkan sepeda motor yg mereka pakai guna melarikan diri namun tidak ada uang yg diperoleh dari sana.

Selanjutnya ke 3 tsk berangkat menuju laguboti dan menggadehkan sepeda motor disana, kemudian berangkat menuju kota balige dan berpisah dikota balige. YPT dan NDN berangkat menuju medan dan ditangkap di kost kosan daerah menteng medan dan JH sampai saat ini masih belum ditemukan (DPO).

” Dari uraian tersebut, tindakan yg sudah kita lakukan setelah menerima laporan, cek tkp, menyita BB, pemeriksaan saksi saksi, membawa korban utk VER, menangkap dan menahan TSK dirutan polres toba. Selanjutnya rencana tindak lanjut melengkapi berkas perkara untuk dikirimkan ke JPU berikut dengan penyerahan TSK dan BB dan mencari tsk JH yg masih melarikan diri DPO). Para tsk melanggar pasal tindak pidana “Kejahatan Terhadap Jiwa Orang” pasal 339 Subs pasal 338 KUHPidana lebih subs 170 ayat (1) ke 3 atau pasal 365 ayat (4) jo 53 KUHPidana jo pasal 55, 56 KUHPidana Jo UUNo 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau ancaman hukuman 20 tahun penjara ” ujar kapolres toba.

 

Pewarta : Abdi.S

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *