Diduga Penjualan Tabung Gas Elpiji 3 Kg Bersubsidi Milik PT. PSN Diatas Harga PT. Pertamina (Persero)

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang – Arfendy Ketua Umum Ruang Jurnalis Nusantara RJN Awak media minta tanggapan soal Elpiji 3 Kg Subsidi dijual harga selangit, Menjelaskan Menurut Undang-undang Nomor 20 tahun 2008 tentang UMKM, penggunaan LPG (liquefied petroleum gas) atau elpiji bersubsidi 3 kg hanya diperuntukkan bagi usaha kecil.

Karena itu, tabung elpiji 3 kg yang dijual PT. Pertamina (Persero) sengaja ditulisi kalimat yang jelas, Apabila masyarakat ada keluhan terkait agen atau pangkalan yang menyalurkan gas elpiji tidak sesuai dengan ketentuan tolong bisa dilaporkan ke kontak center pertamina 135,” katanya.

Ia memastikan jika semua kelurahan yang masuk ke kontak center tersebut akan langsung ditindak lanjuti.

Atas perbuatannya, pelaku agen nakal dijerat dengan pasal berlapis, yakni undang-undang tentang perlindungan konsumen nomor 8 tahun 1999 pasal 62 ayat 1 juncto pasal 8 ayat 1 huruf a dengan pidana penjara paling lama tahun dan denda paling banyak Rp. 2 miliar. Selain itu, dikenakan pula pasal 53 huruf c dan d juncto pasal 23 ayat 2 huruf dan d undang-undang nomor 22 tahun 2001 tentang migas dengan ancaman penjara 3 tahun dan denda paling banyak Rp.30 miliar.

Harga Tabung gas elpiji ukuran 3 kg di Kampung Neglasari, Desa Ciodeng, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang melambung tinggi ditemukan ditingkat pengecer saat ini berkisaran Rp 25,000 hingga Rp. 27,000 pertabung.

Hal ini dibenarkan warga Kampung Ciodeng Berinisial HN, yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa pihaknya bahkan sering tidak kebagian tabung gas yang di subsidi pemerintah dari pangkalan lantaran selalu habis, dengan alasan Pemilik pangkalan, pesanan orang lain kata pak Ucu atau Gojah yang tak lain pemilik pangkalan PT. Pajar Sidiq Nurhidayah, saya hanya bisa diam tutur HN, mau ngomong apa saya tidak akan didengar karena saya hanya seorang pedagang bakso, akhirnya dengan terpaksa saya membeli di pengecer walaupun harganya mahal.” Pungkas HN dengan nada kesal

Sementara itu Soleh, anggota RJN (Ruang Jurnalis Nusantara) DPD Provinsi Banten turut prihatin dirinya mengatakan dengan adanya Dugaan Harga tabung gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kg di Desa Ciodeng milik PT Pajar Sidiq Nurhidayah Diatas HET (Harga Eceran Tertinggi) bahwa, Untuk itu kami berharap kepada pihak terkait dalam hal ini dapat menelusuri, dikhawatikan adanya permainan harga dari agen pangkalan ke pengecer, pasalnya warga yang membutuhkan gas dengan harga murah seringkali tidak kebagian gas tabung isi 3 kg,” pungkasnya Rabu (26/5/2021)

“Lanjut Soleh saya melihat beberapa mobil pangkalan tabung gas PT. Pajar Sidiq Nurhidayah dari Kecamatan Ci Keusik sedang melakukan bongkar muat tabung gas elpiji ukuran 3 kg di belakang pangkalan tabung gas milik Ucu atau Gojah yang berlokasi didesa Ciodeng saya tidak tau diperbolehkan tidak seperti itu,” tutur soleh.

Sementara Ucu atau Gojah pemilik pangkalan saat dimintai keterangan dilokasi pembongkaran tabung mengatakan bahwa untuk pengiriman Jona 2 (dua) agen PT Pajar Sidiq Nurhidayah disini, baik itu dari picung dari Cikeusik dari Angsana munjul Sindang itu selalu disini di Desa Ciodeng dari dulu juga karena Medan yang jauh itu pun hasil musyawarah Para pangkalan dan kalau untuk penjualan harga tabung gas elpiji saya selalu menjual sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi).” pungkasnya

Namun pernyataan Ucu berbeda dengan yang disampaikan inisial SN Salah seorang warga Desa Ciodeng Pemilik Warung eceran yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa saya selalu membeli tabung gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kg dipangkalan PT Pajar Sidiq Nurhidayah milik Ucu atau Gojah dengan harga Rp. 20,000 hingga Rp. 22,000 pertabung, dan kami menjual kemasyarakat dengan harga Rp. 25,000 hingga 27,000 pertabung,” ungkap SN.

SN juga menambahkan ditengah adanya Covid-19 yang serba sulit ini, saya berharap agar subsidi dari pemerintah terkait tabung Gas 3 Kg dapat kami rasakan,” Keluh SN.

Sampai berita ini ditayangkan pihak agen PT. Pajar Sidiq Nurhidayah belum dikonfirmasi.

 

Pewarta : Hr /TIM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *