Keseruan Tim Mitrapol jelajahi Green Canyon

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jabar – Jika pergi ke Pangandaran, tak lengkap rasanya jika tidak mampir ke Green Canyon. Pasalnya, Green Canyon merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Pangandaran.

Green Canyon berlokasi tepat di Jalan Raya Cijulang. Orang-orang sekitar juga sering menyebut tempat ini dengan sebutan Cukang Taneuh. Dalam bahasa Sunda, Cukang Taneuh memiliki arti jembatan tanah.

Green Canyon merupakan ngarai yang terletak di hulu sungai. Ngarai ini dilengkapi dengan tebing dan bebatuan yang curam.

Ada banyak aktivitas yang bisa pengunjung lakukan. Pengunjung bisa melihat indahnya pemandangan Green Canyon sembari menyusuri alirannya dengan cara berenang atau naik perahu. Kalau berani, pengunjung juga bisa melompat ke dalam air dari tebing yang tinggi.

 

Harga paket wisata Green Canyon berbeda-beda. Tergantung fasilitas apa saja yang akan diambil dan jumlah orang yang ikut.

Tapi, rata-rata harga paket wisatanya mulai dari Rp 200.000. Karena itu, pengunjung harus menyiapkan bujet lebih jika ingin liburan dengan fasilitas komplet.

Bagi pengunjung yang tertarik untuk berwisata ke sini bisa datang langsung setiap hari Senin-Kamis pukul 08.00-16.00 WIB, Jumat pukul 13.00-16.00 WIB, dan Sabtu-Minggu pukul 07.30-16.00 WIB.

Selama masa pendemi, Green Canyon menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti melakukan pengecekan suhu tubuh dengan batas tertentu, mewajibkan pengunjung mencuci tangan dengan sabun secara berkala, memakai masker, dan menjaga jarak dengan pengunjung lainnya.

Green Canyon Pangandaran destinasi wisata alam yang menyuguhkan panorama ngarai bak hasil pahatan alam yang eksotis dan unik.

Terletak di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Warga setempat menamai tempat ini dengan Cukang Taneuh yang dalam Bahasa Indonesia berarti Jembatan Tanah.

Berikut ulasan tentang Green Canyon Pangandaran yang berhasil dilansir dari berbagai sumber.

Sejarah Green Canyon Pangandaran

Aliran Sungai Cijulang yang kini menjadi trek objek wisata Green Canyon Pangandaran dulunya merupakan tempat berburu ular dan biawak.

Bahkan warga sekitar masih menganggap kawasan hutan itu angker dan bayak dedemitnya, sehingga jarang orang yang berani menjamah wilayah itu.

Area itu juga disebut warga setempat Cukang Taneuh atau jembatan tanah, salah satu lansekap tropis yang unik dengan lebar 3 meter dan panjang 40 meter, sebagai sarana penghubung masyarakat dari desa Kertayasa dengan Desa Batu Karas.

Kawasan dengan ekosistem karst ini memiliki keanekaragaman hayati dan kekayaan ekosistem yang masih belum terungkap seluruhnya. Salah satu ciri yang sangat menonjol pada kawasan ini adalah memiliki banyak gua dari proses bentukan alam dengan lansekap yang unik.

Kawasan Karst merupakan bentang alam yang memiliki kondisi hidrologi dan bentuk lahan spesifik yang berkembang di batuan mudah larut (batugamping, marmer, gipsum, halit) dan memiliki rekahan.

Bagi masyarakat setempat, fenomena alam ini dianggap biasa saja sekedar memanfaatkan fungsi penghubung antar dua desa yang berdekatan. Tapi akan jadi beda jika sekelompok pelancong dari Perancis yang berkunjung ke tempat ini, yang akhirnya sejak 1993 mereka melejitkan lokasi ini dengan nama populernya Green Canyon.

Green Canyon terbentuk dari hasil proses pelarutan batuan kapur dari sungai bawah tanah yang mengalir diantara celah dan ceruk bebatuan. Proses ini berlangsung selama ribuan tahun sehingga membentuk ngarai dan menembus batuan karst sehingga membentuk ornamen-ornamen cantik seperti stalagtit dan stalagmit.

Air Sungai Cijulang yang melintasi Green Canyon sangat jernih dengan lumut yang melimpah sehingga mempengaruhi warna air menjadi hijau tosca, ini juga yang menjadikan alasan Cukang Taneuh diperkenalkan dengan nama brandingnya Green Canyon salah satu destinasi wisata di selatan Jawa Barat.

Menyusuri Green Canyon Pangandaran

Saat menyusuri aliran sungai di antara tebing ngarai ini, kita bisa melihat tumbuhan hijau menghiasi dinding batu indah hasil pahatan alam selama bertahun-tahun. Ngarai ini terbentuk dari erosi tanah akibat aliran Sungai Cijulang selama jutaan tahun.

Aliran itu menembus gua dengan stalaktit dan stalagmit yang memesona. Aliran itu kemudian diapit dua bukit yang menjulang dengan bebatuan yang berhiaskan rerimbunan pepohonan. Benar-benar sebuah atraksi alam yang khas dan menantang.

Untuk mencapai tempat ini kita harus menyewa sebuah perahu dari Dermaga Ciseureuh dan menempuh perjalanan kurang lebih 30-45 menit dengan jarak sekitar 3 km. Tarif tiket perahu berkisar Rp200.000 yang bisa didapat di loket pembelian tiket dengan harga tersebut sudah termasuk asuransi dengan maksimal 5 orang penumpang.

Sepanjang perjalanan, mata kita akan dimanjakan oleh hijau teduhnya warna air sungai. Di mulut gua terdapat air terjun Palatar sehingga suasana di objek wisata ini terasa begitu sejuk. Kegiatan yang dapat dilakukan di antaranya lompat dari tebing, berenang atau body rafting.

 

Biasanya, ada dua pemandu yang mendampingi petualangan body rafting. Durasi setiap aktivitas body rafting sekitar 3-4 jam. Petualangan akan dimulai dari hulu Sungai Cijulang untuk kemudian menempuh jarak pengarungan sejauh 5 km sembari menikmati keindahan Green Canyon Pangandaran.

Setelah puas menyusuri keindahan aliran sungai di Green Canyon, kita bisa mengisi perut di tepian sungai. Jangan takut kehabisan pilihan makanan. Berbagai sajian tradisional nan nikmat menanti.

Ada nasi bakar ayam yang dibungkus daun pisang, serta melepas dahaga dengan meneguk segarnya air kelapa muda, atau sekadar menyantap gorengan ditemani secangkir kopi. Mengingat destinasi wisata ini merupakan favorit wisatawan, tak mengherankan jika setiap weekend dan libur nasional destinasi wisata Green Canyon Pangandaran dipadati pengunjung.

Transportasi ke Green Canyon Pangandaran

Sebenarnya lokasi Green Canyon sangat mudah ditemukan, karena memang terletak di jalan utama Pangandaran – Cimerak. Namun, bagi anda yang perjalanan menggunakan bus umum maka pastikan tersedia Bus dengan tujuan Pangandaran, Jawa Barat di kota anda.

Setelah anda sampai di Terminal Pangandaran, untuk menuju Green Canyon dapat dilanjutkan dengan naik angkot menuju Terminal Cijulang dan selanjutnya anda dapat menggunakan jasa ojek untuk menuju Green Canyon dengan lama perjalanan sekitar 5 menit.

Perlu diketahui bahwa belum ada Layanan Kereta yang langsung menuju Pangandaran, adapun stasiun terdekat adalah stasiun Banjar dan Sidareja. Namun sangat jarang sekali ada Layanan Kereta yang berhenti di stasiun Sidareja sehingga pilihan yang tepat adalah dengan turun di stasiun Banjar, kemudian dapat anda lanjutkan dengan naik Bus menuju Terminal Pangandaran.

Untuk anda yang menginginkan berlibur ke Green Canyon menggunakan moda transportasi udara saat ini telah beroperasi layanan dari maskapai Wings Air, yaitu dari Bandara Halim Perdanakusuma – Jakarta menuju Bandara Wiriadinata – Tasikmalaya. Adapun lama perjalanan dari Tasikmalaya menuju Green Canyon sekitar 3-4 Jam.

 

Red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *