Polres Nunukan Berhasil Amankan Sabu 8.5 Kilo dan 3 Tersangka

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Nunukan Kaltara – Keberhasilan Polres Nunukan mengungkap jaringan peredaran narkotika golongan I jenis sabu Selama dua hari berturut turut kamis dan jumat, barang Sabu-Sabu tersebut Diduga milik Dedi dan Irfandi.

Kapolres Nunukan melalui Tim Resnarkoba Polres Nunukan dibawah Komando Iptu Lusgu Simanungkalit. SH. Polisi cerdas dan cermat untuk menggali informasi setelah itu muncul nama baru yakni seorang ibu Rumah Tangga bernama Sumiati sebagai tersangka baru. menurut Informasi bahwa Sumiati adalah seorang Ibu Rumah Tangga dia juga Sebagai kakak ipar Dedi dan Irfandi.

Tersangka Dedi umur 44 tahun ,yang tertangkap 24 Mei 2021 dengan barang bukti 55,30 gram Sabu Sabu adalah kakak dari Irfandi Umur 38 Tahun Sebagai pemilik sabu 5 kilogram yang diamankan Polisi di Bandara Juwata Tarakan, pada 26 Mei 2021.

Dari penangkapan kedua kakak beradik ini, Polisi mendapatkan informasi baru masih adanya sabu tersimpan di rumah Sumiati umur 39 suku bugil alamat sekarang Jalan Manunggal Bhakti, Kelurahan Nunukan Timur, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan.

Kapolres Nunukan AKBP. Syaiful Anwar SIK melalui Kasat Sat Resnarkoba Polres Nunukan, Iptu Lusgi Simanungkalit mengatakan, Sumiati adalah ipar atau istri dari saudara kandung Dedi dan Irfandi.

Suamiti pekerja Rumah Tangga telah diamanahkan pada hari kamis tanggal 27/05/2021 dari ketiga tersangka Sumati,Irfandi dan Dedi ketiganya terlibat jaringan peredaran sabu di Nunukan dan Sulawesi Selatan (Sulsel) kata Kapolres Nunukan kepada Wartawan.

Sumiati adalah ibu rumah tangga yang menurut keterangan dari Dedi dan Irfandi, menyimpan 8 bungkus sabu ukuran sedang dengan berat 3,8 kilogram.

Letak penyimpanan Sabu Sabu berada rumah sarang burung walet Milik ASRI yakni di Jalan Lingkar Nunukan, Gang Kampung Bugis, Kecamatan Nunukan Selatan.

Lokasi penyimpanan sabu tidak jauh dari ditemukannya sabu 5 kilogram milik Irfandi di kandang ayam, namun dari keterangan ketiganya, pemilik rumah walet dan kandang ayam adalah Asri yang kini berstatus, (DPO) Daftar Pencarian Orang.

”Sebelum penangkapan terhadap Irfandi menghubungi Sumiati agar memindahkan dan menyembunyikan sabu yang ada di rumah sarang Walet.

Terungkapnya jaringan narkotika ini tidak lepas dari kepiawaian penyidik menyisir informasi dari percakapan handphone para tersangka, dimana antara Dedi, Irfandi dan Sumiati saling terhubung dan merencanakan kegiatan perdagangan Barang Haram berupa Narkoba Jenis sabu sabu.

Tim Resnarkoba Polres nunukan awalnya tidak menemukan barang bukti dari penangkapan Sumiati, namun setelah dilakukan interogasi tersangka Sumiati mengaku sudah memindahkan penyimpanan sabu ke belakang rumahnya.

Atas Perintah Irfandi, Sumiati memindahkan penyimpanan sabu dari rumah walet ke bagian belakang rumah miliknya Jalan Jalan Manunggal Bhakti.

Dari Pengunkapan dan penangkapan ketiga tersangka, Polisi mengamankan sabu sekitar 8,5 kilogram lebih. Para tersangka adalah orang suruhan dari DPO Asri yang sehari-harinya sebagai usaha ternak Ayam Potong juga sebagai pengurus tenaga kerja di Nunukan.

Dari pengakuan ketiganya, Dedi Irfandi &Sumiati bahwa sabu disimpan di rumah walet sejak bulan puasa sebelum hari Raya Idulfitri Sebagian dari sabu berhasil dikirim ke Sulsel atas perintah Asri salah seorang pengusaha sarang burung dan pengusaha ayam potong yang saat ini ASRI berada disulawesi Selatan

Menurut Keterangan ke ketiga Tersangka bahwa Jumlah Sabu-sabu seberat 11 kilogram.

Dan sebagian atau sekitar 2 kilo gram lebih sudah dikirim Sulawesi Selatan.” Kata Iptu Lusgi Simanungkalit.SH. Jabatan Kasat Reskoba Polres Nunukan Polda Kalimantan Utara.

 

Pewarta : Yuspal

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *