Tetap terapkan Prokes dan bugar di masa Pandemi Covid-19

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Palembang Sumsel – Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S MM, melalui Kabid Humas Kombes Pol Supriadi MM, didampingi Kasubbid Penmas AKBP Iralinsah, SH Minggu (30/05/2021) kembali mengingatkan kepada Masyarakat Sumatera Selatan agar senantiasa meningkatkan kesadaran menerapkan Prokes mulai rajin mencuci tangan dengan Sabun, menjaga jarak, rajin memakai masker, tidak berkerumun, dan kurangi mobilitas.

“Kita (Polri) Polda Sumsel bersama TNI, Pemda, Dinkes dan Instansi terkait, mendukung Satgas kebijakan Penanganan Covid 19 harus diikuti Kepatuhan Masyarakat, untuk memutus mata rantai covid 19 dan tetap Bugar dimasa Pandemi Covidn19,” ucap KBP Supriadi MM.

KBP Supriadi MM menambahkan,”Mohon kesadaran masyarakat yang sudah terpapar yakni untuk melaksanakan pemeriksaan Dini ( testing) ,Pelacakan (tracing) dan Perawatan (Treatment) tak hanya itu,dengan mengetahui lebih cepat kita bisa menghindari potensi penularan ke orang lain ,lalu pelacakan dilakukan pada kontak kontak terdekat pasien Covid 19 ,setelah itu diidentifikasi oleh petugas yang bersangkutan positif atau tidak untuk diisolasi atau Perawatan guna memutus mata rantai penyebaran Covid 19,” jelas Supriadi MM

Sistem imun merupakan mekanisme di dalam tubuh manusia yang berfungsi menjaga serangan dari ragam benda asing atau patogen. Material asing ini dapat berwujud polusi, bakteri maupun virus.

Jika imun tubuh terganggu, maka kita akan mudah sakit. Untuk itu sistem imun harus kuat agar dapat terhindar dari berbagai penyakit.

“Jadi dalam masa pandemi seperti ini yang harus dijaga dan perlu diperhatikan adalah sistem imun,” tutur dr. Christin S.S Lumban Tobing, Sp.GK., spesialis gizi klinik Siloam Hospitals Jantung Diagram Cinere Depok, Sabtu 29 Mei 2021.

Menjaga kestabilan imun tubuh dapat dipenuhi melalui asupan gizi teratur pun pemberian vaksinasi. Adapun vaksinasi bertujuan untuk memberikan antigen ke dalam tubuh sebagai stimulus agar tubuh terangsang untuk mengeluarkan antibodi atau merespon vaksin yang diberikan tubuh.

“Untuk itu setiap antigen punya antibodi sendiri-sendiri yang spesifik, contohnya pada Influenza yang punya antibodi sendiri,” imbuhnya.

Pemberian vaksin akan melindungi orang dan komunitas disekelilingnya, karena tidak semua orang bisa menerima dan mendapatkan vaksin. Christin menjelaskan akan adanya istilah kekebalan kelompok.

Yaitu semakin banyak orang disekitarnya yang menerima vaksin maka akan semakin kuat kekebalan kelompok tersebut. Dampaknya patogen yang akan menyebar semakin menurun.

Agar respon tubuh kita senantiasa optimal, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan. Antara lain faktor host, yaitu faktor usia, jenis kelamin, genetik dan penyakit komorbilitas seperti hipertensi dan gula.

Faktor lainnya yakni ekstrinsik, yaitu seperti apakah ada infeksi lainnya yang mengikuti atau sedang mendapatkan antibiotik. Faktor gaya hidup pun cukup berpengarhu, seperti mengkonsumsi alkohol dan merokok atau aktifitas fisik lainnya yang akan berhubungan dengan nutrisi dan saluran cerna.

“Untuk mendapatkan sistem imun yang baik dan optimal perlu diperhatikan dari status gizi yang baik, bukan yang mal nutrisi misalnya kurang gizi atau yang gizi berlebih seperti obesitas,” ungkap Christin.

Bagi kalangan lanjut usia (lansia), dikatakan Christin, sebenarnya tidak mudah untuk mendapatkan gizi yang seimbang, karena beberapa faktor yang telah disebutkan. Untuk itu, agar mendapatkan gizi seimbang, beberapa hal berikut pun bisa menjadi rekomendasi.

Di antaranya mengonsumsi beragam jenis makanan yang mengandung zat gizi lengkap. Yaitu  karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan minera dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Hal itu berguna untuk mempertahankan kesehatan dan berat badan ideal. Pun dengan menghindari pembatasan makanan, makan dengan porsi kecil tetapi sering, konsistensi makanan disesuaikan.

“Cukupi energi dengan 30kkal/kgBB/hari, karbohidrat dengan 130g/hari, protein minimal 1g/kgBB/hari, lemak antara 20-25% total kalori, serat 25-30g/hari, vitamin dan mineral 4-5 porsi sayur dan buah perhari, hidrasi dengan minum air putih minimal 6-8 gelas setiap harinya, suplemen hanya bila diperlukan karena fungsinya sebagai pelengkap saja,” tutur Christin.

Bagi kelompok lanjut usia,  tidak sedikit ditemukan kasus bahwa para lansia memiliki masalah pada makan. Disebutkan Christin, bahwa para lansia banyak yang mengalami obesitas.

Untuk itu, penanganan yang perlu diperhatikan adalah pemilihan jenis makanan, atur porsi makan dan lebih aktif dalam keseharian. Hal ini agar mendapatkan berat badan yang ideal.

Ironisnya ada juga lansia yang mengalami penurunan berat badan, untuk itu lakukan pola makan porsi kecil tetapi sering, dengan makan setiap 2-3 jam, konsumsi cemilan sebelum tidur malam dengan susu, yogurt, dan roti.

Jika lansia mengalami kendala seperti susah menelan atau mengunyah maka pilih makanan yang lunak atau lembut, jangan terlalu cair karena akan beresiko tersedak. Jadi status gizi merupakan faktor penting yang berperan dalam imun kita dan memberikan efek optimal.

“Tetap jalankan protokol kesehatan dan lakukan pola hidup sehat, asupan makanan dengan gizi yang seimbang”, pungkas Christin.

 

 

Pewarta : Fendi / Tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *