Tanggapan Walikota Metro dr.Wahdi, Atas Lemahnya Penegak Perda dalam tangani Pelanggaran Perizinan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Menyikapi berbagai persoalan – persoalan yang sering ada di Kota Metro. Salah satunya adalah lemahnya didalam penegakan perda ( peraturan daerah ) oleh dinas terkait dalam menangani pelanggaran izin yang dilakukan oleh pengusaha maupun perseorangan.

Padahal perizinan sebuah usaha adalah salah satu kewajiban yang harus patuhi oleh pengusaha. Hal ini dalam membantu pemerintah dan menyumbang guna peningkatan ( PAD ) pendapatan asli daerah.

Mengingat, Pendapatan Asli Daerah bermanfaat untuk menggambarkan keberhasilan pembangunan ekonomi daerah karena Pendapatan Asli Daerah merupakan nilai pendapatan yang benar-benar diterima oleh daerah dan akan digunakan untuk pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai contoh, adanya temuan pabrik/gudang pipa paralon yang berlokasi di jl.Sutan Sahrir Kelurahan Mulyojati Metro Barat Kota Metro. Berdasarkan alat bukti foto – foto yang ada dari tim media,bahwa pabrik tersebut telah beroperasi selama satu tahun lebih. Namun, hasil dari monitoring tim penegakan perda menyatakan gudang/pabrik pipa paralon belum lama beroperasi.

Hal ini menimbulkan tanda tanya publik bahwa tim monitoring ( penegak perda ) sangat lemah dan tidak serius di dalam melakukan tindakan/sanksi kepada pengusaha atas berbagai pelanggaran perizinan.

Atas kenyataan dan persoalan itu, tim media mencoba mengkonfirmasi Walikota Metro,dr.Wahdi melalui pesan WhatsApp, Pada Hari Selasa ( 01/06/2021).

Persoalannya adalah temuan adanya gudang/pabrik pipa paralon yang beroperasi selama satu tahun namun tidak mengurus izin di pemkot Metro. Sehingga persoalan ini dapat ditangani dan menjadi fokus utama oleh Walikota Metro.

Pertanyaan tim media :
Mohon izin, langkah apa kedepan yang akan Bapak Walikota lakukan dengan tidak adanya ketegasan oleh jajaran dinas terkait dalam penegakan PERDA ( peraturan daerah ) di Kota Metro. Mohon penjelasannya pak Walikota.

Jawaban Walikota Metro,dr.Wahdi :
Ini yang saya sampaikan:
* Jadikan tugas sesuatu yang menyenangkan dan Sebagai Sarana Pengembangan Diri.*

Saat mendapatkan tugas atau pekerjaan, otak manusia menstimulasi dalam dua arah ( senang- susah, tantangan-hambatan).

Banyak mereka yang gagal ketika memberikan respon negatif kepada tugas atau pekerjaan yang diberikan. Hal tersebut secara tidak langsung menjadikan kita pesimis untuk menyelesaikan tugas yang diberikan.

Bagaimana kalau kita tanyakan kembali?

Apa yang menyebabkan kita tidak antusias terhadap hal tersebut ?

Apakah karena kita merasa hal tesebut sulit ?

Apakah hal tersebut karena kita merasa tidak ada waktu untuk mengerjakan hal tersebut ?

Atau karena menurut kita hal tersebut tidak begitu penting ?

Mungkin hal-hal tersebut tidak benar. Mungkin hanya pola pikir kita yang harus diubah, mengubah sesuatu menjadi manfaat. Apabila dipikirkan kembali, bila kita menanggapi tugas tersebut dengan antusias, maka yang akan kita dapat adalah manfaat. Ketika kita bersemangat, kita akan meluangkan waktu dan memberikan perhatian terhadap tugas tersebut, sehingga tidak ada kata waktu yang tidak cukup untuk mengerjakan tugas.

 

Pewarta : MM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *