PPNI Catat 51 Nakes Meninggal Dunia, Jabar Siaga 1 COVID-19

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Bandung – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Barat mencatat pada tahun 2021 sebanyak 51 tenaga kesehatan meninggal dunia karena terpapar COVID-19.
Ketua Dewan Pengurus Wilayah PPNI Jabar Wawan Hernawan mengatakan tenaga kesehatan khususnya perawat yang meninggal tersebut melayani langsung pasien COVID-19.

“Yang meninggal memang kebanyakan kontak dengan pasien dimana pasien di lihat kondisi saat ini ada yang tidak jujur mengatakan bahwa dia positif. Datang ke poli, begitu di tes rapid dan swab positif. Akhirnya terpaparlah tenaga kesehatan khususnya perawat,” kata Wawan, Kamis (3/6/2021).

Lebih lanjut, sebelum Lebaran pihaknya mencatat ada 48 perawat yang meninggal. Kemudian bertambah tiga orang pasca libur Lebaran. “Mereka ada yang kerja di ICU dan IGD,” sambungnya.

Meski begitu, Wawan tidak dapat menyebutkan perawat terpapar dan meninggal apakah disebabkan libur lebaran atau tidak. “Selama pasca Lebaran kita belum mendengar lagi dari masing-masing DPD perawat meninggal karena pasca kegiatan libur. Tetapi kita tetap ada koordinasi terkait dengan penanganan dan mereka sudah mulai prokes ditingkatkan sesuai dengan standar,” ungkapnya.

Sementara itu, pihaknya juga mencatat ada 4.800 perawat yang pernah terkonfirmasi positif COVID-19. “Dan untuk yang terpaparnya kalau bulan kemarin ada sekitar 4.800, sebagian sudah sembuh dan bekerja lagi,” ujar Wawan menambahkan.

Terkait kondisi Jawa Barat Siaga 1 COVID-19, pihaknya siap bertugas secara profesional. “Di awal sudah ada proses, mereka mengerti dan faham terkait dengan bagaimana penanganan COVID termasuk juga proses ketersediaan APD sekarang sudah mulai bagus jadi tidak perlu khawatir,” katanya.

Namun yang jadi kekhawatiran baginya, kondisi masyarakat yang mulai abai pada protokol kesehatan. Sehingga, kata dia, terjadi kenaikan kasus yang cukup signifikan seperti pasca Lebaran kemarin.

“Justru kami khawatirnya adalah bagaimana masyarakat masih kurang peduli terhadap prokes, itu yang paling penting. Apalagi dalam pasca lebaran kemarin ini peningkatan pasien COVID sangat signifikan naik di Jabar,” imbuhnya.

“Jadi kita kadang-kadang wajar seorang perawat ada rasa bosan, cemas apalagi meningkatnya COVID-19 yang tadinya melandai. Ini juga menjadi stress bagi nakes. Upaya kita adalah tetap pendekatan secara profesional di mana tetap memberikan pelayanan yang menyeluruh terhadap masyarakat,” pungkasnya.

Seperti diketahui, sebelumnya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan, pihaknya tengah siaga satu dalam pengendalian COVID-19. Pasalnya terjadi lonjakan kasus hingga keterisian rumah sakit yang kian menipis.

“Sedang siaga satu. Pertama terjadi kenaikan dalam BOR (Bed Occupancy Rate) biasanya turun satu persen, minggu ini naik delapan persen dari 30,6 menjadi 38,2 persen. Kenaikan ukuran BOR kalau sampai 10 persen itu ada lonjakan,” ucap Kang Emil sapaannya di Makodam III Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung, Senin (31/5/2021)

 

Pewarta : Hamdani

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *