Pelaku Penyiksaan Terhadap Bayi di Lebak berhasil di Ringkus Polisi

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lebak Banten – Seorang wanita berinisial PS, alias PT, Alias PE umur 28 tahun merupakan warga Desa Bojongleles, Kecamatan Cibadak berhasil diamankan Tim Serigala dari Sat Reskrim Polres Lebak. Penangkapan itu dilakukan setelah polisi melakukan penyelidikan sebuah video berisi kekerasan terhadap seorang balita umur 14 hari dan sudah Viral di Media Sosial (medsos)

Wanita berkulit putih memiliki tato bunga ditubuhnya nampak tidak berkutik saat diamankan Polisi dari sebuah Hotel di Kota Serang. Selain itu PS, alias PT, alias PE juga tidak membantah terkait video viral kekerasan itu merupakan perbuatannya.

PS atau PT alias PE melakukan perbuatan sadis menyiksa anak kandungnya lantaran ditengarai cek-cok keributan dengan IR,30 (suami pelaku) yang dia curigai memiliki Wanita Idaman Lain (WIL)

“Dia heh, hayoh dia, terus dia, kadieu dia anying (Kamu heh, hayo kamu, terus kamu, kesini kamu anjing),”Kata wanita itu sambil menganiaya bayi.

“Dia hayang si ieu hah, hayang si ieu dia, tah bangsat, tah sia, cokot ku dia anying (kamu mau dia hah, mau dia kamu, nih bangsat, nih ambil dia sama kamu anjing,”Kata dia lagi

Beredarnya video yang mempertontonkan aksi bejad sipelaku membuat Warganet di Lebak heboh. Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Lebak bergerak cepat dan berhasil melakukan pengungkapan video kasus kekerasan oleh Tim Serigala Sat Reskrim Polres Lebak.

“Ya, Alhamdulillah Jajaran Sat Reskrim Polres Lebak telah berhasil mengungkap kasus tindak pidana melakukan kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan fisik terhadap anak dibawah umur yang viral di sosial media,”Kata Kasat Reskrim Iptu Indik Rusmono, SIK, MH pada Jumat, 4/6/2021

“Kejadiannya berawal dari pertengkaran dan cekcok rumah tangga antara pelaku dengan suaminya, dirumah kontrakannya di BTN Pebapri Kampung Bojong Leles, Blok C RT 11, RW 02, Desa Bojong Leles beberapa waktu lalu. karena suami sempat tidak pulang ke kontrakan sehingga membuat istrinya semakin emosi dan melampiaskan kekesalan kepada bayi yang tidak berdosa

untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku tindak pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan telah melakukan kekerasan fisik terhadap anak dibawah umur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 44 ayat 1 UU RI No.23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga Dan, Atau Pasal 76 C Jo Pasal 80 UU TI No.35 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman Hukuman 5 Tahun Penjara

 

Pewarta : Ubay

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *