Terdakwa Dugaan Korupsi Dana Siluman Rp 9, 6 Milliar Dinas PUPR Simeulue Dituntut 8,6Tahun

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Banda Aceh – Pasca tiga kali dalam tiga pekan berturut-turut sesuai agenda sidang di SIPP Pengadilan Negeri /Pengadilan Tipikor Banda Aceh ditunda, akhirnya Jumat siang digelar juga pembacaan tuntutan terhadap para terdakwa korupsi dana pemeliharaan jalan dan jembatan di Dinas PUPR Simeulue Tahun 2017 yang dikenal di pulau itu dengan istilah dana Siluman Rp 9,6 Milliar, Jumat (04/06/2021).

Masing terdakwa atas nama berinisial AH (Mantan Kadis) dituntut 8 Tahun 6 Bulan, BF (Mantan Kabid) 8 Tahun 6 Bulan. IW (Pejabat PH0, 8 Tahun 6 Bulan, DK (Kabid Peralatan) 8 Tahun 6 Bulan sementara AL yang juga (Mantan Kabid Bina Marga) di tuntut 7 tahun 6 Bulan.

Selain tuntutan penjara kemudahan dipotong masing masing-masing selama menjalani tahanan penjara dan juga masa tahanan rumah dituntut membayar uang denda Rp 500 juta.

Adapun pembacaan sidang berlangsung usai Ba’adah Ashar, berkas tuntutan ditandatangani oleh
Dr. Syahdansyah Putera Jaya, Umar Assegaf, Rahmad Ridha, SH Ismiyadi SH.

Sebagai catatan kasus ini berdasarkan hasil Audit BPKP Aceh merugikan keuangan negara sekira Rp 5,7 Milliar.

Para pelaku selama masa penyidikan tidak di tahan. Saat kasus dilimpahkan ke kejaksaan para terdakwa di tahan di LP Kajhu kurang lebih dua pekan.

Namun menjadi heboh tatkala Manjelis Hakim mengalihkan status tahanan mereka dari LP menjadi Tahanan Rumah yang menurut Kepala Humas PN Banda Aceh, Sadri pengalian tahan itu atas Jaminan Pemkab Simeulue (Bupati Simeulue)

Menjadi heboh lagi ketika tiga dari lima terdakwa berlagak bak Gayus Tambunan, meski berstatus tahanan rumah para terdakwa bisa pulang mudik lebaran ke Simeulue pada lebaran bulan lalu

 

Pewarta : Hendra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *