Pelepasliaran Owa Jawa dan Lutung Jawa di Cagar Alam Gunung Tilu Jawa Barat

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat bersama dengan The Aspinall Foundation Indonesia Program kembali melaksanakan kegiatan pelepasliaran owa jawa (Hylobates moloch) hasil rehabilitasi ke habitat alamnya di Cagar Alam Gunung Tilu Kabupaten (CAGT) Bandung, Jawa Barat (5/6/2021). Pelepasliaran owa jawa (Hylobates moloch) di CAGT bertujuan untuk meningkatkan populasi di kawasan CAGT yang populasinya hanya tersisa tidak lebih dari 45 individu berdasarkan hasil survey kajian populasi pada tahun 2010.

Sejak tahun 2011 kerjasama konservasi primata jawa telah dilakukan antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) bersama dengan The Aspinall Foundation (TAF). Kerjasama ini telah berhasil meliarkan 37 owa jawa hasil rehabilitasi ke habitat alam di Jawa Barat dan telah menghasilkan kelahiran bayi-bayi baru sebanyak 3 individu di kawasan tersebut.

Sebagaimana diketahui owa jawa adalah salah satu jenis primata endemik jawa yang telah masuk daftar terancam punah (endangered) secara global dan populasinya di alam hanya tersisa sekitar 2,000 – 4,000 individu yang tersebar di beberapa kawasan konservasi dan hutan lindung di Jawa Barat serta sebagian kecil di kawasan hutan lindung di Jawa Tengah.

Tepat pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tanggal 5 Juni 2021 ini, satu individu owa jawa bernama Femi (betina) dengan usia 4,5 tahun siap untuk dilepasliarakan. Femi berhasil diselamatkan di wilayah Surabaya oleh BBKSDA Jawa Timur yang kemudian dititiprawatkan ke Pusat Rehabilitasi Primata Jawa (PRPJ) Patuha. Pada tanggal 06 Maret 2018, Femi telah menjalani perawatan dan menjadi owa jawa yang ke 38 yang dilepasliarkan di Cagar Alam Gunung Tilu.

Sedangkan Doni, Owa jantan berusia 6 tahun berasal dari PPS Tegal Alur yang diserahkan pada 09 November 2017 dan Lola owa betina 4,5 tahun merupakan hasil penyerahan sukarela dari warga Garut pada 06 Maret 2018. Keduanya telah menjalani masa sosialisasi dan terlihat berinterasi satu sama lain.

Selain owa jawa, akan dilepasliarkan juga 1 kelompok lutung jawa (Trachypithecus Mauritius) yang terdiri dari Ocid, jantan berusia 7 tahun berpasangan dengan Moni, lutung betina berusia 5 tahun yang sama sama berasal dari wilayah Garut. Kedua lutung ini telah menjalani masa rehabilitasi sejak 10 November 2018 dan telah menghasilkan keturunan bernama Natalia (betina) yang lahir pada 18 Desember 2019. Setelah menjalani proses rehabilitasi dan pengecekan Kesehatan terakhir, individu individu ini dinyatakan dalam kondisi Kesehatan yang baik oleh tim medis TAF-IP dan siap untuk dilepasliarakan.

Femi, Doni dan Lola menjadi owa jawa yang ke 38, 39, dan 40, sedangkan kelompok Ocid menjadi lutung jawa yang ke 15 sampai dengan 17 yang diliarkan oleh tim BBKSDA jabar dan TAF IP pada 05 Juni 2021 dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup sekaligus sebagai rangkaian acara dalam menyambut hari Konservasi Alam Nasional (HKAN 2021) /Road to HKAN 2021.

Diharapkan, satwa ini akan beradaptasi dengan baik di habitatnya di CAGT serta berkembang biak di masa depan. Tim BKSDA jabar dan TAF-IP akan memantau perkembangan mereka sehari-hari dengan mengikuti pergerakan dan pengamatan proses adaptasi paska pelepasliaran setiap hari selama minimal 6 bulan ke depan.

BBKSDA Jawa Barat memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan pelepasliaran ini di antaranya Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati, Tim TAF IP, KBP Chakra, masyarakat Desa Tenjolaya, Polsek Pasirjambu dan para relawan dari mahasiswa.

 

Pewarta: Syahril Ramadhan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *