Mengusung Tema: Penguatan Moderasi Beragama Melalui Peningkatan FKPM Da’I Kamtibmas dalam Perpektif Manajemen

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Tasikmalaya – Pengurus Da’I Kamtibmas Nasional gelar acara Halal bihalal pada hari, Senin (7/06/21) Sekaligus menggelar Forum Group Discussion (FGD) bersama tokoh lintas agama se-Indonesia.di Padepokan Batu Mahpar Galunggung Tasimalaya Jawa barat, Kegiatan dimaksud guna menciptakan situasi keamanan yang kondusif dan Humanis.

FGD sendiri bertema “Penguatan Moderasi Beragama Melalui Peningkatan FKPM Da’I Kamtibmas dalam Perpektif Manajemen” Meningkatkan Peran serta Da’i Kamtibmas dan Ulama se-Indonesia dalam Menciptakan Situasi Kamtibmas yang Aman, Damai dan Sejuk.

Ketua Umum Da’I Kamtibmas Dr. H Sarji S.Pd menyampaikan bahwa menjelang peran Da’i Kamtibmas dapat membantu tugas Polri meminimalisir gangguan kamtibmas dan mendidik generasi muda kita akan selalu cinta agama dan tanah air Indonesia.

Dr. H Sarji juga menyampaikan kepada Da’i Kamtibmas seluruh Indonesia untuk membantu memberikan informasi dan permasalahan yang sedang berkembang dan terjadi di Desanya.

“Peran serta Bapak-bapak sebagai Da’i Kamtibmas sangat diharapkan mampu memberikan masukan positif kepada para Generasi penerus bangsa, sehingga dapat mencekal papar radikalisme terhadap warga sekitar agar situasi yang ada di desa tetap adem,” pinta Ketum Da’I Kamtibmas Dr. H Sarji, juga antisipasi terhadap bahaya curanmor di sekitar masjid di waktu sholat, motor yang kuncinya tidak dicabut saat bekerja di sawah, agar para da’i kamtibmas juga aktif memberikan himbauan kamtibmas.

Adapun yang menjadi Narasumber kali ini di isi oleh, Irjen Pol (P) Anton Charliyan Selaku Dewan Pembina Harian Da’I kamtibmas Indonesia menyampaikan, bahwa kegiatan FGD ini dapat mempererat tali silaturahmi antara Polri dengan Da’i Kamtibmas di seluruh jajaran Polda Polres dan Polsek dalam menjaga stabilitas kamtibmas agar tetap aman dan kondusif.

“Irjen Pol (P) Anton Charliyan juga berpesan agar para Da’i Kamtibmas di seluruh Indonesia agar tidak terprovokasi berita berita hoax atau hate speech terkait keadaan di wilayah masing masing daerah.” Ucap Dewan Pembina Da’I Kamtibmas Irjen Pol (P) Anton Charliyan

Adapun hasil Kesepakatan Bersama FGD ini adalah, Pertama, menegaskan kembali bahwa NKRI adalah bentuk Negara yang sesuai dengan Islam yang Rahmatan Lil Allamiin dan Pancasila adalah Dasar Negara dan Falsafah Bangsa.

Kedua, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan ketaqwaan, ukhuwah Islamiyah, Insaniah, dan wathoniyah, menahan diri dari segala bentuk tindakan yang dapat menimbulkan konflik dan perpecahan.

Ketiga, mengingatkan kembali bahwa segala perbuatan provokatif memecah belah umat, menyebar ghibah, fitnah, hoax dan ujaran kebencian merupakan dosa besar yang dilarang keras agama, sehingga umat beragama wajib menghindarinya.

Keempat, kedudukan tokoh agama sebagai panutan dan pemimpin di tengah masyarakat memiliki peran strategis dalam upaya memperkokoh sendi etika, moral dan spiritual dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kelima, menyampaikan pesan Kamtibmas serta mensosialisasikan FGD ini diberbagai forum secara berkelanjutan, agar tercipta situasi kamtibmas yang aman, damai dan kondusif di seluruh Nusantara.” Himabunya

Dari pantauan media Mitrapol, FGD juga diikuti oleh Kasat Binmas Polres Tasikmalaya, Ketua Umum Da’I Kamtibmas Indonesia, Penasehat Da’i Kamtibmas Sekjen Da’I Kamtibmas, Anggota DPR RI, Katua Umum MUI Pusat, dan seluruh para Da’I kamtibmas se-Indonesia.

“Para kyai, ulama dan pendeta merupakan bagian para Da’I yang tak terpisahkan dari sebagai ujung tombak pemberi informasi kepada masyarakat, untuk itu kami harapkan bantuannya dalam hal memberikan informasi yang benar kepada masyarakat,” pungkas Sekjen Da’I Kamtibmas.

 

Red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *