Waduh, isi Tabung Gas Bersubsidi Kurang dari 3 Kg Tanpa Segel dari Agen Resmi Beredar di Desa Sidamukti

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang – Lagi-lagi simelon tak henti-hentinya menjadi sorotan, Selain dijual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) kini di kejutkan dengan Beredarnya, Tabung Gas elpiji Bersubsidi yang isinya kurang dari 3 Kg tepatnya di Desa Sidamukti Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten, Senin (07/060/2021)

Bahkan tidak hanya itu tutup tabung gas nya pun tidak memiliki nama agen resmi (SEGEL) di tabung gas elpiji, bersubsidi tersebut.

Hal ini Diduga adanya oknum Agen nakal yang memanfaatkan kesempatan dan ingin meraup keuntungan berlipat ganda tanpa mementingkan kepentingan masyarakat menengah kebawah dan UKM yang membutuhkannya terlebih di masa pandemi sekarang ini.

Dari hasil investigasi awak media mendatangi di salah satu pengecer/ Warung yang bukan pangkalan resmi akan tetapi menjual tabung gas elpiji bersubsidi ke beberapa pengecer/ warung di desa Sidamukti, salah satunya berinisial AD, dirinya mengaku bahwa Ia mendapatkan tabung gas elpiji 3 kg tersebut dari 3 pangkalan.

“Ya saya menjual ke warung (pengecer) yang lain, dengan harga Rp 28000 per-tabung dan saya mendapatkan tabung tersebut dari tiga pangkalan, yakni agus gugun, Ajat dan rosyid dari ke tiga pangkalan tersebut saya mendapatkan jatah tabung dengan jumlah yang berbeda-beda dan harga yang berpariatif.

Seperti, kalau dari pangaklan agus gugun panimbang biasa nya saya mendapatkan jatah 10 sampai 15 tabung/minggu dengan harga 23000 per-tabung dengan cara di ambil sendiri. Dan kalau dari pangkalan Ajat sobang dan pangkalan Rosyid soge panimbang itu sama, saya Mendapatkan jatah 20 sampai 25 tabung/minggu dengan harga 25000 per-tabung.terangnya ke awak media pada hari, Senin tanggal 07/06/2021

Adapun mengenai soal tabung yang isi nya kurang dari 3 kg saya benar-benar tidak tahu.tutupnya

Sementara itu, warga Desa Sidamukti yang berinisial (Ai) yang membeli tabung gas elpiji bersubsidi di salah satu warung yang ada di desa Sidamukti merasa kaget setelah tahu dengan kurangnya isi tabung gas elpiji bersubsidi tersebut.

” Pantas, Biasanya kalau tabung gas yang saya beli ada tutup segel nama Agen resmi kadang terpakai kurang lebih 2 mingguan tapi waktu saya beli di salah satu warung yang ada di desa sidamukti yang tidak memakai segel nama Agen resmi baru 1 minggu sudah habis padahal pemakaian sama,” ungkapnya

Menanggapi hal itu Entus mujani selaku ketua DPC Ruang jurnalis nusantara (RJN) kabupaten Pandeglang angkat bicara dirinya meminta ke pihak-pihak terkait agar segera melakukan monitoring.

“Saya meminta kepada dinas terkait agar segera melakukan monitoring, khususnya kepada pihak pertamina dan aparatur penegak hukum (APH), bila perlu buat kan satuan tugas (SATGAS) khusus agar tidak terjadi penyimpangan, apa lagi disini banyak dugaan-dugaan perihal penyuntikan dan pengurangan serta legalitas siluman.” tegasnya

 

Pewarta : Heru Mp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *