Dugaan KKN “Berjamaah” Berhembus di Kabupaten Nagan Raya

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Kabupaten Nagan Raya – Issue yang beredar di masyarakat Nagan Raya tentang kondisi Pemerintahan saat ini dibawah kepemimpinan Bupati H. M. Jamin Idham, S.E. mengalami kemunduran dalam bidang pembangunan, bahkan terindikasi terjadinya KKN “bejamaah” yang luar biasa menurut salah seorang masyarakat yang tidak ingin disebutkan namanya.

Media Mitrapol mencoba telusuri beberapa pekerjaan pengadaan barang jasa di Kabupaten Nagan Raya dan mendapatkan informasi dari beberapa kontraktor dan masyarakat bahwa setiap pengadaan barang/jasa di Kabupaten ini sudah diatur pemenangnya dan lelang barang/jasa tersebut hanya untuk formalitas saja sehingga banyak kontraktor yang tidak dekat dengan kekuasaan hanya bisa menonton saja sambil menggerutu di warung-warung kopi.

Awak Media Mitrapol mendapatkan informasi bahwa mulai dari Dana Desa sampai Dana Otsus patut diduga terjadi banyak permasalahan dan penyimpangan aturan yang berlaku, indikasi awal niat jahatnya mulai dari Kerangka Acuan Kerja (KAK) nya selanjutnya dilakukan penguncian SPEK pekerjaan dan terjadinya pengaturan fie sampai harus dimenangkannya keluarga dan kerabat “kekuasaan”.

Hasil investigasi awak media Mitrapol teridikasi beberapa pekerjaan yang menyalahi aturan dan spek pekerjaan serta kuatnya terindikasi Korupsi.Kolusi,Nepotisme (KKN) dan mark-up antara lain untuk pekerjaan Proyek bendungan,irigasi,pengadaan alat kesehatan,taman,gedung pemerintah,serta dugaan SPPD fiktif.

Kondisi Pemerintahan Kabupaten Nagan Raya saat ini benar-benar sangat mengkhawatirkan dalam hal KKN, dengan melakukan pekerjaan pembangunan yang menggunakan uang Negara, selain kentalnya dugaan KKN, kondisi mutu pekerjaan yang dilakukan serta kurangnya manfaat kepada masyarakat sangat mengkhawatirkan, terkesan ada beberapa pekerjaan pembangunan yang dilkakukan oleh pemkab Nagan Raya hanya untuk menghabiskan uang Negara saja dan hanya untuk kepentingan proyek “kekuasaan” saja.

Polres Nagan Raya baru-baru ini berhasil mengungkap pekerjaan proyek pembangunan gudang mobil barang mengalami total loss, sehingga dengan temuan tersebut aparat Penegak Hukum wajib mengantisipasi kejadian yang sama terjadi kepada pekerjaan lainnya sehingga harus dilakukan pengawasan dan pemeriksaan setiap tahunnya terhadap seluruh kegiatan yang memakai uang Negara.

Penggunaan Dana covid-19 juga diduga bermasalah dan menyimpang secara aturan sehingga patut dilakukan pemeriksaan oleh aparat penegak hukum.

Media Mitrapol akan segera mengungkap satu persatu indikasi KKN dan pekerjaan yang melanggar aturan maupun Mark-up seperti tersebut diatas secara lebih mendalam, di Kabupaten Nagan Raya secara tuntas di edisi selanjutnya…!

Akankah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tertarik untuk membongkar misteri dugaan KKN “berjamaah” di Kabupaten Nagan Raya…?

 

Pewarta : T.Indra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *