Diduga Tidak Sesuai Mekanisme, Ketua MPI : Rapat Pleno KNPI Pandeglang tidak sah dan cacat hukum

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang –
Hari ini telah diagendakan rapat pleno pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kab. Pandeglang.

Setelah mundurnya pujianto kini telah dilaksankan pemilihan pelaksana tugas (Plt) Ketua KNPI kabupaten Pandeglang yang bertempat di salah satu cafe di cimanuk.

Selain itu Pengurus yang di undang dan mempunyai hak suara sesuai dengan undangan yang di tandatangani oleh Salah satu Wakil Ketua OKK Ibo Nurjaya, dan Sekretaris Azzitya Faqih.

Disamping itu, nampak Terlihat undangan yang hadir dalam rapat tersebut hanya beberapa dari wakil ketua bidang.

Namun menurut Wakil Ketua OKK DPD KNPI Kab. Pandeglang, Abu Rizal Syifa lebih memutuskan tidak melanjutkan rapat tersebut, dan memilih walk out karena menurutnya rapat tersebut belum sesuai dengan aturan dan mekanisme.

” Saya memilih untuk menunda, dan keluar dari forum, karena saya berkeyakinan bahwa sesuai dengan aturan dan mekanisme yang ada semua pengurus DPD KNPI Kab. pandeglang berhak diundang untuk bersama-sama memilih Plt Ketua, sedangkan rapat hari ini secara administrasi dan kenyataannya tidak mengundang semua unsur pengurus DPD KNPI Kab. Pandeglang, hanya wakil ketua bidang saja, ucap Abu ke awak media pada hari, kamis tanggal (10/06/2021)

Di tambahkan Abu”, Karena di rapat kita tadi (yang hadir) ada dua pilihan ditunda atau dilanjut kan rapat pleno pengurus pemilihan Plt Ketua ini, dari 8 suara wakil ketua dalam forum, ada 3 orang yang memilih ditunda, termasuk saya, imbuh Pemuda yang sering disapa Abu.

Lanjut abu”, Kemudian, yang harus kita garis bawahi adalah spirit persatuan dan kesatuan dalam rangka memajukan pemuda, harus ditempuh dengan baik dan cara yang baik, saya pribadi diundang 2 jam sebelum rapat pleno akan dilaksanakan, untuk itu demi kebaikan organisasi saya rasa rapat pleno kepengurusan harus digendakan ulang di kemudian hari, tutupnya.

Di tempat yang sama, Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Yangto SH., MH, yang juga turut hadir mengamini pendapat abu dan dirinya memilih agar rapat pleno tersebut ditunda dan diagendakan kembali dengan aturan dan mekanisme yang sesuai, serta menyatakan bawah rapat pleno kepengurusan tersebut tidak sah dan cacat hukum.

” Ya, sudah jelas rapat pleno yang dilaksanakan hari ini tidak sah. Pertama, Ketua OKK yang mengundang Ibo Nurjaya tidak berhak mengundang karena yang bersangkutan tidak sah menjadi pengurus sebab tidak dilantik dan tidak diambil sumpah, berarti tidak berhak juga mengundang.

Yang kedua, ini yang diundang hanya sebagian pengurus (wakil ketua bidang) tidak semua pengurus sehingga dapat menimbulkan efek perpecahan, karena ini pemilihan Plt Ketua KNPI, bukan pemilihan ketua kelas, harus memakai etika organisasi dan aturan serta mekanismenya.

Yang ketiga, saya juga sebagai MPI menerima surat tembusan dua jam sebelum jadwal rapat.

Yang keempat, diduga banyak pergantian struktural yang tidak jelas, yang tadinya wakil bendahara jadi wakil ketua, yang tadinya wakil sekretaris jadi wakil ketua, ini harus dibuktikan makanya saya minta agar SK Kepengurusan asli yang berstempel basah ditunjukkan, dan ternyata yang mengundang tidak dapat menujukkan, ujar Yangto.

Selanjutnya, saya sebagai ketua MPI bersama Wakil Ketua OKK akan berkoordinasi dengan DPD KNPI Provinsi Banten, dan mengagendakan rapat pleno pemilihan Plt Ketua KNPI Kab. Pandeglang dengan mengundang seluruh unsur pengurus dan MPI, bahkan mengusulkan permohonan MUSDALUB ke KNPI Banten. Siapapun yang terpilih, harus dipilih sesuai dengan cara atau mekanisme sesuai dengan AD ART, tutup Yangto.

 

Pewarta : Heru Mp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *