Mediasi cinta terlarang berlangsung di Desa Barurejo Kecamatan Siliragung

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Banyuwagi Jatim – Mediasi cinta terlarang yang berlangsung di Desa Barurejo Kec. Siliragung akibat perbuatan tidak senonoh yang dilakukan Asnan Wahyudi (26) warga Kecamatan Kepanjen-Malang yang merupakan suami sah dari Ida mafulah (25)

Pada sekitar tahun 2020 Asnan telah membawa lari istri sah Agus Hariyanto (31) yaitu Ririn Eka Liasari (28) warga dusun krajan desa Yosomulyo Kec. Gambiran-Banyuwangi dan melakukan hubungan layaknya suami istri sampai Ririn hamil karena tidak diterima oleh keluarga dari kedua belah pihak maka keduanya (asnan dan ririn) lari dan menetap disebuah rumah kosong di Kampung Baong Dusun Sumberurip RT 01/RW 12 Desa Barurejo Kecamatan Siliragung saat itu usia kandungan Ririn 5 bulan sampai melahirkan saat ini bayi tersebut ber-usia 3 bulan.

Pihak keluarga Ririn setelah mengetahui kejadian itu pada minggu siang, (30/05/2021) langsung ke tempat dimana mereka tinggal dan setibanya dirumah itu, keluarga tidak berdaya ketika melihat si bayi laki-laki yang melontarkan senyum sambil menatap kearah keluarga akhirnya dibuatlah kesepakatan lisan.

Tutik kakak kandung Ririn mengatakan “kami telah memberikan toleransi bahwa apabila dalam waktu, 1 Minggu (07/06/2021) Asnan tidak tepati janjinya untuk mengajukan perceraiannya dan mengurus perceraian Ririn maka akan dihadapkan di kantor Desa Barurejo untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya dan ternyata Asnan hanya janji-janji maka kami melaporkan ke Desa Barurejo pada, Rabu (09/06/2021) sehingga hari itu juga terjadilah mediasi.” Kata Tutik

Dikarenakan masalah Cinta terlarang ini dianggap sebagai masalah serius karena menyangkut ketertiban lingkungan maka Mediasi dipimpin langsung oleh Kepala Desa Barurejo Ahmad Zaenuri didampingi Kepala Dusun Sumberurip Susanto, Ketua RT 01 /RW 12 Ponimin dan Perangkat Desa serta Warga Baong Mat Khoiri dalam acara mediasi itu tetap mengikuti protokol kesehatan secara ketat demi mencegah dan memutus mata rantai penyebaran covid-19.

Hasil mediasi memunculkan 5 poin pada pokoknya berbunyi : Asnan berstatus suami orang dan Ririn berstatus istri orang, asnan berjanji penuhi kebutuhan anak yang terlahir bersama Ririn selama berpisah, demi ketertiban lingkungan asnan tidak akan tinggal disitu sebelum kantongi surat boro kerja atau pindah tempat, asnan berjanji dalam waktu 6 bulan akan menyelesaikan masalah termasuk (ceraikan istrinya dan ririn ceraikan suaminya) agar dapat hidup bersama Ririn dan anaknya.

Asnan : “Saya ucapkan terima kasih atas kebaikan Kepala Desa Barurejo perangkat Desa serta warganya yang dengan sabar dan ramah dalam menyelesaikan permasalahan dengan cara mediasi tanpa membenci dan menghakimi saya padahal saya sadar telah melakukan kesalahan fatal baik secara agama maupun aturan hukum.

Saya akan berupaya agar masalah ini segera terselesaikan sehingga saya dapat berkumpul kembali dengan Ririn dan anak saya namun bilamana dalam waktu 6 bulan saya tidak berhasil maka secara langsung saya telah melepaskan semua tanggung jawab ini.” Tutup Asnan.

 

Pewarta : Rocky Sapulette

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *