Peranan Pembimbing Kemasyarakatan dalam Bimbingan Klien yang melakukan Tindak Pidana Narkoba

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jateng – Peredaran narkoba selama ini sangat meresahkan masyarakat kejahatan, korbannya tidak hanya orang dewasa dan remaja bahkan juga anak-anak usia produktif. Upaya Pemerintah dalam memberantas peredaran narkoba dan penyalahgunaan narkotika, yaitu dengan mengeluarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika (selanjutnya ditulis UU Narkotika). Ancaman hukuman dalam UU Narkotika sebagaimana diatur Pasal 132 angka 3 maksimal hukuman mati dan hukuman minimal 1 (satu) tahun.

Berlakunya UU Narkotika seakan tidak membuat efek jera bagi pengedar dan pelaku penyalahgunaan narkotika. Guna menekan angka peredaran narkoba dan menekan jumlah pemakai narkoba, maka narapidana narkoba yang akan menjelang Cuti Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Pembebasan Bersyarat, dilakukan pembinaan dan bimbingan oleh Bapas, tujuannya supaya narapidana tersebut tidak mengulangi perbuatannya yang sama di kemudian hari.

Menurut Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, Bab I, Pasal 1, Ayat (1), yang dimaksud dengan narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Narkotika pada dasarnya tidak sama dengan psikotropika. Banyak masyarakat yang keliru dengan menganggap bahwa narkotika sama halnya dengan psikotropika. Pada pengertian narkotika, jelas tersirat tentang bahaya yang ditimbulkan olehnya adalah dapat menurunkan hingga merubah kesadaran, menghilangkan rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Sedangkan pengertian psikotropika menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 Tentang Psikotropika, Bab I, Pasal 1, Ayat (1) adalah zat atau obat, baik alamiah atau sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. Di dalam pengertian psikotropika jelas terkandung kalimat yang menyatakan bahwa psikotropika bukan narkotika. Jadi, mutlaklah bahwa psikotropika memang bukan merupakan narkotika.
Adapun saat ini pulau Nusakambangan yang notabene di sebut sebagai pulau penjara merupakan salah satu pulau di Indonesia yang membawahi beberapa Lembaga Pemasyarakatan, salah satunya adalah terkait yang melaksanaan pembinaan terhadap para narapidana kasus narkotika. Dan didalam pulau Nusakambangan tersebut juga telah berdiri satu Balai pemasyarakatan guna mendukung pelaksanaan tugas tugas pemasyarakatan, khususnya yang terkait dengan tugas dan fungsi Balai Pemasyarakatan.

Pembinaan terhadap klien menurut Pasal 1 ayat (5) Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat Dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan adalah pemberian tuntunan untuk meningkatkan kualitas ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, intelektual, sikap dan perilaku, profesional, kesehatan jasmani dan rohani Klien Pemasyarakatan.

Pembinaan menurut Pasal 1 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999 adalah kegiatan untuk meningkatkan kualitas ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, intelektual, sikap dan perilaku, profesional, kesehatan jasmani dan rohani Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan.

Pengertian sebagaimana tersebut di atas dapat dijelaskan bahwa fungsi pembimbingan dan pembinaan bagi narapidana yang dilakukan oleh BAPAS merupakan upaya dalam memberikan tuntunan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kesadaran berbangsa dan bernegara, intelektual, sikap dan perilaku, kesehatan jasmani dan rohani, kesadaran hukum, reintegrasi sehat dengan masyarakat, keterampilan kerja serta latihan kerja dan produksi, sehingga setelah narapidana bebas nanti mempunyai keterampilan yang dapat dijadikan sebagai modal kerja dan tidak melakukan tindak pidana lagi.

Pada umumnya pembinaan dan bimbingan diprioritaskan bagi narapidana bersyarat, cuti bersyarat dan bagi narapidana cuti menjelang bebas. Syarat-syarat narapidana pembebasan bersyarat, cuti bersyarat dan bagi narapidana cuti menjelang bebas diatur dalam Peraturan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Repubik Indonesia Nomor M.2.Pk.04-10 Tahun 2007 tentang Syarat Dan Tata Cara Pelaksanaan Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat.
Dalam melaksanakan program pembinaan dan bimbingan terhadap narapidana klien narkoba tidak terlepas dari hambatan atau kendala-kendala yang muncul. Kendala atau hambatan yang dihadapi Bapas Nusakambangan dalam pelaksanaan pembinaan dan bimbingan terhadap klien narkoba yaitu sebagai berikut :
1. Terbatasnya petugas di Bapas Nusakambangan
Terbatasnya Petugas di Balai Pemasyarakatan.
2. Minimnya Anggaran
Minimnya anggaran biaya yang dianggarkan oleh Bapas tidak terlepas dari anggaran biaya yang telah ditentukan jumlahnya, hal ini tidak sesuai dengan anggaran program yang sudah disusun oleh Bapas, sehingga program dengan prioritas utama yang dilaksanakan oleh Bapas Nusakambangan menjadi terkendala.
3. Masih adanya klien yang kurang bersungguh-sungguh dalam mengikuti pembimbingan dan pembinaan
Dalam sebuah kegiatan pasti ada yang bersemangat mengikuti dan ada pula yang tidak berminat atau hanya sebagai formalitas saja dalam mengikuti kegiatan, bagitu juga dengan pembimbingan dan pembinaan yang dilaksanakan oleh Bapas Nusakambangan terhadap klien narkoba, namun demikian program tetap jalan terus. Kesadaran dan niat dari klien memang sangat berperan dalam mengikuti program pembimbingan dan pembinaan.

d. Sarana dan prasarana di Bapas
Sarana dan prasarana di Bapas yang tergolong masih minim, khususnya fasilitas untuk latihan dan praktik kerja lapangan. Peralatan yang dibutuhkan untuk menunjang kinerja warga binaan masih kurang lengkap. Belum adanya wadah yang menjadi penampung dan pemasaran hasil dari keterampilan yang dihasilkan dalam bimbingan keterampilan dalam bentuk barang maupun jasa.

Adapun saran dan harapan yang perlu disampaikan adanya kegiatan mengenai pembinaan narapidana bagi para pembimbing di Bapas agar pembinaan yang dilakukan terhadap narapidana bisa lebih efektif dan berpengaruh besar pada kemandirian narapidana.
Penyediaan sarana dan prasana yang memadai yang dapat menunjang katerlaksanaan dan tersuksesanya kegiatan bimbingan karier terhadap narapidana.
Bapas dapat menambah tenaga petugas untuk menunjang kelancaran dalam memberikan pembinaan dan bimbingan kepada narapidana khususnya klien narkoba. Untuk kegiatan pembinaan kemandirian atau ketrampilan lebih diperbanyak lagi agar narapidana yang belum minat dan tidak sesuai dengan bidangnya dapat ikut serta dalam kegiatan pembinaan tersebut.

Penulis : Mahasin
Pembimbing Kemasyarakatan Muda dari Balai Pemasyarakatan Klas II Nusakambangan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *