Dinas Pariwisata Pesawaran Harapkan Kerjasama Yang Baik Bagi Pelaku Usaha Wisata Dalam Pengembangan Destinasi Wisata

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pesawaran – Destinasi Wisata adalah Salah satu upaya Pemerintah untuk terus mengembangkan Potensi Potensi dalam menjaga Lingkungan agar tetap melestarikan budaya dan menonjolkan Pariwisata yang bermanfaat bagi masyarakat.

Tak hanya itu, Di dalam pasar banyak pelaku yang terlibat. Meskipun peran mereka berbeda-beda, tetapi harus diperhitungkan dalam pengembangan pariwisata.

Dalam hal ini bisa dimaklumi mengapa suatu daerah atau negara lain hanya menempati posisi sebagai penerima wisatawan atau penyedia jasa semata.

Karena Industri Pariwisata adalah semua usaha wisata yang menghasilkan barang dan jasa bagi pariwisata. usaha-usaha wisata yang menawarkan jasa secara langsung kepada wisatawan. Contoh Home Stay, restoran, biro perjalanan, pusat informasi wisata dan atraksi hiburan.

Juga Seperti Pelaku usaha yang mengkhususkan diri pada produk-produk yang secara tidak langsung mendukung pariwisata. Contoh usaha kerajinan tangan, lembar panduan wisata dan sebagainya.

Pemerintah mempunyai otoritas dalam peraturan, menyediakan dan peruntukan berbagai infrastruktur yang terkait dengan kebutuhan pariwisata. Pemerintah juga bertanggung jawab dalam menentukan arah kebijakan, yang menjadi panduan bagi stokeholder lain yang memainkan peran masing-masing dalam pariwisata.

Dalam menjalankan perannya pemerintah juga perlu menyusun rencana yang jelas. Tidak kalah penting adalah konsistensi antara perencanaan dengan implementasi.

Terutamanya Produk Asli Masyarakat Lokal yang bermukim di kawasan wisata, menjadi salah satu kunci dalam pariwisata, karena sesungguhnya merekalah yang menyediakan sebagaian besar atraksi sekaligus memberikan kualitas produk wisata, seperti upacara adat, kerajinan tangan dan kebersihan daerah tujuan wisata.

Kesenian menjadi salah satu daya tarik wisata juga hampir sepenuhnya milik mereka. Tidak jarang masyarkat lokal sudah lebih dahulu terlibat dalam pengelolaan aktivitas pariwisata sebelum ada kegiatan pengembangan dan perencanaan. Masyarakat lokal biasanya mempunyai tradisi dan kearifan lokal dalam pemeliharaan sumber daya pariwisata.

Begitulah pemaparan Kadis Pariwisata Kabupaten Pesawaran Elsyafri saat ini di temui oleh Mitrapol di Ruang kerjanya Pada, Senin (14/06/2021).

Tak hanya itu Elsyafri juga menambahkan, Diharapkan untuk Pelaku Pelaku Usaha Wisata yang ada di Kabupaten Pesawaran yang belum mengurus izin Usahanya untuk disegerakan mengurus izin usaha Pariwisatanya.

” Karena Kenapa, Karena dengan di berlakukannya usaha ini dengan program pemerintah sekarang ini, akan membantu pelaku pelaku usaha di lokasi juga. Disamping itu kalaupun mereka tidak tau, iya datang lah kedinas Pelayanan satu Pintu dan bagi Desa Desa yang sedang mengembangkan Potensi wisata di Desanya secara utuh, di harapkan menjaga Kebersihan Lingkungan, agar tetap melestarikan budaya di Desanya,” Ujar Okta Kepada Mitrapol diruang kerjanya Pada Senin, (14/06/2021).

Ditempat yang sama, Yudiana selaku Kabid Pengembangan Destinasi Wisata Mengungkapkan, Sebelum adanya Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) daerah mengeluarkan dan menerbitkan.

” Dicukupi sebelum adanya Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) kita sifatnya rekomendasi saja secara teknis. ini layak dilakukan yang namanya pengeluaran nanti dikeluarkan. selama ini belum teridentifikasi secara baik tanda daftar usaha pariwisata itu belum teridentifikasi. apakah Semua sudah mengurus, apakah masih ada yang belum mengurus. kalau misalnya ini terjadi kita belum melakukan dan tidak mau melakukan itu namanya pelanggaran kita harus bisa melakukan evaluasi sifatnya. Jika Pelanggan Terjadi bisa kita tutup. tapi setiap tahun bisa ada perubahan secara fisik ataupun yang sifatnya lingkungan,”Terangnya.

Yudiana berpesan, Berwisata ditengah Pandemi Covid-19, agar selalu menerapkan protokol kesehatan (Prokes) dan menjaga Selalu kesehatan pengelola dan pengunjung wisata.

” Tetap Protokol Kesehatan menjadi penting.
Berwisata ditengah Covid-19, dengan menerapkan protokol kesehatan dan menjaga Selalu kesehatan pengelola serta pengunjung wisata,” Tutupnya.

 

Pewarta : Deni Wijaya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *