Gawat, Dugaan Korupsi Kembali Ditemukan di Laut Tadu Nagan Raya

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Kabupaten Nagan Raya – Dugaan Korupsi, Kolusi, Nepotisme kembali ditemukan di Nagan Raya. Awak Media Mitrapol kembali menemukan lagi kondisi sebuah pekerjaan proyek pembangunan dan penataan wisata laut tadu, yang bersumber dari anggaran Otsus tahun 2020 dengan pagu dua milyaran lebih yang di kerjakan oleh CV. HRP pada kegiatan di Dinas kebudayaan pariwisata pemuda dan olah raga, Kabupaten Nagan Raya.

Adapun lokasi proyek tersebut berada di Desa Kapalgaru dan Alue gajah, kecamatan tadu raya. Bangunan yang terindikasi KKN dan mark-up tersebut baru beberapa bulan telah mengalami retak-retak,keramik lepas,tiang dan tulang bangunan retak dan patah sehingga patut diduga akibat kualitas mutu yang rendah, tidak sesuai RAB.

Uang Negara yang mencapai miliaran rupiah itu terindikasi tidak mencukupi volume dalam pekerjaannya, termasuk adanya kecurigaan masyarakat sekitar lokasi pekerjaan terhadap tidak adanya pondasi pada bangunan tersebut.

Masyarakat sangat berharap agar para Penegak hukum dapat segera bertindak cepat untuk segera memeriksa secara tuntas semua pekerjaan yang telah menggunakan uang rakyat tersebut tanpa “memandang bulu”, walau nantinya akan ditemukan jika pekerjaan tersebut telah di kerjakan oleh “orang penting” atau “anak orang penting” di Kabupaten Nagan Raya, jangan hukum hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas ujar masyarakat yang ada di sekitar lokasi wisata tersebut dengan wajah yang geram.

Bupati Nagan Raya dari partai berlambang mercy itu selama ini hanya diam, tidak mengeluarkan statmennya dengan ditemukan banyak proyek yang diduga ber-aroma KKN di wilayahnya, ada apa..?

Media Mitrapol masih menunggu klarifikasi sang Bupati Nagan Raya terkait hal tersebut. Masyarakat juga sedang menunggu kinerja aparat Penegak Hukum dalam hal pemberantasan korupsi dengan serius.

Kondisi Nagan Raya paska ditemukan banyaknya indikasi Korupsi,Kolusi, dan Nepotisme serta mutu kualitas pekerjaan yang buruk pada beberapa pembangunan yang menggunakan uang Negara itu, bahkan sekarang menjadi pembicaraan umum di masyarakat, kenapa hal tersebut terjadi pada pemerintahan Bupati H.M. Jamin Idham,SE sekarang, sangat jauh bertolak belakang seperti janji kampanyenya dahulu ucap salah seorang tokoh muda yang tidak mau di sebutkan namanya.

Aparat Penegak hukum, baik di Kepolisian,Kejaksaan bahkan di KPK mulai mendapatkan sorotan dari masyarakat,Lsm,media dan unsur lainnya, kenapa indikasi KKN “berjamaah” seakan-akan berjalan “bebas” bertahun-tahun di Nagan Raya, kenapa baru sekarang terungkap, dimana Penegak hukum selama ini…?

Hasil investigasi Mitrapol di Kabupaten tersebut menilai jika masyarakat sudah sangat jenuh dan sedih melihat kondisi seperti ini berjalan selama bertahun-tahun yang terkesan dilakukan pembiaran oleh para Aparat Penegak hukum atau jangan-jangan di Kabupaten Nagan Raya ini memang tempatnya para koruptor dan para oknum berpesta dengan uang rakyat…?

Ntahlah…!

Masyarakat berharap kasus-kasus yang terindikasi korupsi ini, jangan sampai hilang begitu saja dalam “sebuah pesta SUAP berjamaah”.

Serius kah para Penegak Hukum memberantas dugaan Korupsi di Kabupaten Nagan Raya…?

B E R S A M B U N G..

 

Pewarta : T.Indra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *