Ini yang di Lakukan Kejagung RI Lakukan Saat Kunker ke Kejati Kotamobagu

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Kotamobagu – Inspektur 5 bidang pengawasan Kejagung RI, Nanang Sigit Yulianto melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Kejaksaan Negeri (Kajari) Kotamobagu yang turut di dampingi beberapa petinggi kejaksaan lainnya pada, Senin (14/06/21) Siang Tadi.

Pada kunjungan kerja tersebut, Nanang Sigit Yulianto dalam keterangan persnya Menyampaikan, bahwa kedatangan dirinya bersama tim guna melakukan pengawasan atas perkara perkara yang ditangani termasuk kinerja jaksa di semua bidang, khususnya diwilayah Indonesia Timur, Termasuk sulawesi utara (Sulut).

Disinggung berkaitan dengan perkara perkara dugaan kasus korupsi yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri Kotamobagu, Seperti Pasar Genggulang Kotamobagu dan dugaan korupsi anggaran bantuan pembangunan RTLH Bolmong, sejauh manakah pengawasannya, Nanang Sigit Yulianto Menegaskan semua di awasi termasuk kinerja jaksa disemua bidang.

” Untuk perkembangan perkara Pasar genggulang dan RTLH Bolmong nanti ditanyakan langsung ke Kajari ya, Tapi semua di awasi, Termasuk perkara tersebut.” Ujar Inspektur 5 Kejagung RI Nanang Sigit Yulianto dihadapan awak media sembari pamitan melanjutkan kunker ke Bolmut.

Sementara itu, Kajari Kotamobagu Hadiyanto SH, saat diwawancarai Awak media atas perkembangan kasus pasar genggulang dan RTLH Bolmong mengatakan untuk perkara dugaan korupsi pasar genggulang terus berproses. ” Saat ini jaksa lagi menunggu hasil audit dari auditor atas rincian serta besaran kerugian negara,” Ucapnya.

Lebih lanjut Kata Kajari, Kenapa belun ditahan tersangka pasar genggulang, karena proses penahanan memiliki batasan waktu, sementara penyidik masih harus menunggu hasil audit yang dilakukan oleh tim auditor, maka ditunggu dulu hasilnya audit tersebut, baru dilakukan penahanan terhadap kedua bersangkutan yang sudah ditetapkan tersangka.

” Tetap akan ditahan, tinggal menunggu hasil audit tim auditor berkaitan berapa besar kerugian yang ditemukan atas proyek pembangunan pasar genggulang tersebut,” Tandas Kajari.

Kajari juga menjelaskan bahwa dugaan kasus korupsi Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bolmong yang berbandrol Rp 750 juta, pekan depan akan dilakukan penetapan tersangka.

Ditanya siapa saja yang bakal ditetapkan tersangka, Kajari menjawab ditunggu saja. ” insya ALLAH secepatnya sudah ada penetapan tersangka.” Pungkas Kajari Kotamobagu bapak Hadiyanto SH.

Dari pantauan awak media kunker inspektur 5 kejagung RI ini bisa dibilang cukup mengejutkan, walaupun memang kunjungan kerja ini menjadi rutinitas setiap tahun dalam korps baju coklat ini.

Belum lagi banyaknya perkara kasus korupsi yang saat ini diketahui dalam penanganan penyidik kejaksaan dan belum tuntas. Semisal, Dugaan korupsi proyek pembangunan pasar genggulang tahun 2016 yang berbandrol 6 Miliar.

Di susul dugaan korupsi anggaran bantuan kementrian sosial (Kemensos RI) tahun 2019, berupa pembangunan puluhan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang berbandrop 750 juta, tepatnya di kabupaten bolaang mongondow (Bolmong) yang tersebar di dua kecamatan, antara lain, kecamatan lolak dan kecamatan bolaang.

Untuk Kecamatan Lolak, terbagi tiga Desa Yaitu : Desa Motabang, Desa Lolak dan Desa Mongkoinit. dan untuk Kecamatan Bolaang, meliputi Desa Lolan, Desa Tadoi, dan Desa Ambang.

 

Pewarta : Chandra/Tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *