Taufik Ramadhi divonis 39 bulan, terbukti menipu terkait pembangunan RSUD Medan Labuhan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Direktur IV PT Guna Karya Nusantara (GKN), Ir Taufik Ramadhi (54), divonis 3 tahun 3 bulan (39 bulan) penjara, karena terbukti bersalah melakukan penipuan, terkait pembangunan RSUD Medan Labuhan, sehingga merugikan saksi korbankan Rp 11 miliar.

Putusan itu disampaikan majelis hakim diketuai Denny Lumbantobing dalam persidangan virtual di ruang Cakra-9 Pengadilan Negeri Medan, Rabu (16/6/2021).

Majelis hakim dalam amar putusannya menyatakan sependapat dengan JPU, yakni unsur pidana Pasal 378 KUHPidana sebagaimana dakwaan pertama penuntut umum, telah terbukti.

Hal yang memberatkan, saksi korban tidak bisa mencairkan hasil pekerjaan pembangunan RSUD Medan Labuhan sebesar Rp9 miliar lebih dan biaya lainnya, sehingga total kerugian saksi korban mencapai Rp11 miliar.

Terdakwa berbelit-belit memberikan keterangan dan tidak menyesali perbuatannya. Sedangkan hal meringankan, terdakwa belum pernah dihukum.

Putusan majelis hakim beda tipis dengan tuntutan JPU Candra Naibaho dari Kejari Medan yang menuntut terdakwa 3 tahun 8 bulan penjara.

Dalam dakwaan diuraikan, saksi korban Bayu Afandi Nasution ST berminat mengerjakan proyek pembangunan RSUD Tipe-C di Kec. Medan Labuhan, Medan dengan nilai kontrak Rp102 miliar.

Bayu Afandi Nasution bersama H Riadh Alfi Nasution, Maret 2018, bertemu dengan terdakwa, menanyakan secara rinci profil PT GKN berkantor pusat di Bandung.

Informasi yang diberikan terdakwa seolah-olah perusahaannya bersih dari berbagai masalah dan laik dipakai untuk mengikuti tender pembangunan rumah sakit.

Saksi korban pun dimasukkan sebagai unsur Direktur PT GKN, akhirnya keluar sebagai pemenang tender pembangunan RSUD Medan Labuhan.

Semula saksi korban diterpa riak-riak kecil dan mengabulkan permintaan terdakwa untuk mentransfer dana untuk pengurusan pengangkatan blokir pembayaran oleh pihak bank.

Ujungnya terdakwa malah melimpahkan tanggung jawab kepada saksi korban untuk membayar piutang pajak PT GKN sebesar Rp18 miliar di Kantor Pajak Pratama Bandung, akhirnya perkaranya dilaporkan ke Polrestabes Medan.

 

Pewarta : ZH

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *