Maraknya Ilegal Mining di Bolmong dan kotamobagu, Dua Jendral Dipinta Tangkap Para Mafia Perusak Hutan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, SULUT – Kunjungan Kerja (Kunker) dua Jenderal Yakni, Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Drs. Nana Sudjana bersama Pangdam XIII Mayjen TNI Santos G. Matodang MM.MTR.HAN di Bolmong dan Kotamobagu, diminta mampu mengatasi perusakan hutan berupa ilegal mining yang menggurita di kecamatan lolayan (Bolmong).

Pasalnya, sudah sekian tahun ini, aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) di beberapa lokasi, Seperti Lokasi PETI Potolo dan PETI Rumagit terkesan begitu sulit dihentikan. Hal ini tentunya menjadi pertanyaan, ada apa?

Padahal perusakan hutan di dua lokasi tersebut, sangat jelas dilakukan secara terbuka dengan menggunakan alat berat excavator serta adanya bak rendaman pemurnian matrial emas yang berukuran skala besar.

Demikan hal ini disampaikan oleh Ketua Lembaga Pemantau Pemerintah Bolaang Mongondow (LP2BM) Ali Imran Aduka, Kamis (17/07/21).

” Selamat Datang Pak Jenderal di tanah totabuan, Harapan kami kedatangan pak jenderal ini, sekaligus bisa mengatasi Ilegal Mining yang selama ini terkesan sulit di hentikan,” Pintah Ali Imran Aduka

Data yang berhasil dirangkum Wartawan, Kunjungan Kapolda Sulut Irjen Pol Nana Sudjana dan Pangdam XIII Mayjen TNI Santos G. Matondang. MM. MTR. HAN, turut di dampingi beberapa perwira tinggi di jajaran Polda Sulut dan Perwira tinggi Jajaran TNI.

Rombongan tiba di Hotel Sutan Raja Kotamobagu sekitar pukul 11.30 WITA, dan langsung disambut oleh Forkopimda Kota Kotamobagu dan Kabupaten Bolmong. Di antaranya Walikota Kotamobagu, Ketua DPRD Kotamobagu, Kapolres Kotamobagu, Bupati Bolmong, serta Dandim 1303/Bolmong.

Setelah itu,Kapolda, Pangdam, Danrem, dan rombongan melanjutkan perjalanan ke desa bakan jecamatan Lolayan ( Bolmong ) dalam rangka meninjau Kampung Tangguh Covid-19 dan Posko PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Berskala Mikro.

Kapolda dalam sambutannya, mengatakan, kunjungan kerja ini selain untuk meninjau Kampung Tangguh Covid-19 dan Posko PPKM, juga dalam rangka bersilaturahmi dengan masyarakat, Tokoh Agama, dan Tokoh Masyarakat di Desa Bakan kecamatan lolayan ( Bolmong-Red).

Kapolda mengapresiasi terbentuknya Kampung Tangguh Covid-19 dan Posko PPKM Berskala Mikro di Desa Bakan ini untuk kemudian busa di jadijan sentral mengantisipasi dan penanggulangan dampak penyebaran Virus maupun bencana.

“ Kampung tangguh memilki fungsi, selain untuk dijadikan Penanggulangan COVID-19, juga untuk mengantisipasi terjadinya bencana banjir dan lainnya”, Kata Mantan Kapolda Metro Jaya ini di sela menyampaikan

Lanjut Ucap Kapolda Sulut, keberadaan kampung tangguh, selain untuk mengatasi masalah COVID-19, juga untuk mengurangi dampak sosial ekonomi, sehingga distribusi Bansos, sembako maupun BLT bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, lewat kampung tangguh, masyarakat diberi ruang untuk mengatur dirinya sendiri dalam menanggulangi bencana, dan aparat memberikan akses dan asistensi untuk membantu masyarakat.

” Jadi semua masyarakat kami beri ruang, biarkan masyarakat mengatur dirinya sendiri, kami tinggal mengakses asistensi, memberikan bantuan sesuai tugas dan tanggung jawab kita masing-masing,” Tandas Kapolda Sulut Irjen Pol Drs. Nana Sudjana.

Usai melakukan peninjauan kampung tangguh, ke dua Jenderal bersama Rombongan kapolda bersama Pangdam XIII bersama Danrem Sulut kunjungi Polres Kotamobagu. Disana Kapolda dan Pangdam XIII di jemput dengan adat Bolaang Mongondow, Bersama. Kapolres AKBP. Prasetya Sejati. SIK.

 

Pewarta : CR07

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *