Tuntut Polisi usut kematian marsal, Ratusan Wartawan lakukan unjuk rasa

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan Sumut – Ratusan jurnalis turun ke jalan menggelar aksi untuk mendesak kepolisian mengungkap kasus kematian salah seorang wartawan media online di Simalungun.

Aksi solidaritas yang dinamakan “Pers Melawan Bedebah” mengutuk keras atas tewasnya Marsal yang ditembak oleh orang tak dikenal. Marsal sebelumnya ditemukan tewas di dalam mobilnya yang tak jauh dari rumahnya.

Koordinator Aksi Oktavianus Rumahorbo mengeluarkan sejumlah tuntutan antara lain:

1. Aksi main hakim sendiri tidak dibenarkan

Meminta polisi mengungkap motif pembunuhan terhadap korban.

Meminta Polda Sumut dan Polres Simalungun mengungkap motif dan menangkap pelaku pembunuhan Mara Salem Harahap.

Dengan alasan apa pun, pembunuhan merupakan tindakan yang sangat keji dan tidak berperikemanusiaan.

Tindakan kekerasan dan aksi main hakim sendiri tidak dapat dibenarkan karena Indonesia adalah negara yang berdasarkan hukum.

2. Polisi harus berikan informasi yang valid

Kepolisian harus memberikan informasi yang valid agar masyarakat tidak mendapatkan infomasi yang simpang siur.

“Menjelaskan ke publik tentang jenis peluru yang melukai Marsal Harahap dan jenis senjata yang digunakan pelaku. Karena informasi yang valid merupakan hak publik,” ucap Octavianus.

3. “Jurnalis jangan takut mengkritik”

Aksi turun ke jalan tersebut juga sebagai bentuk dukungan kepada seluruh jurnalis tanah air agar tidak takut mengkritik. Kejadian Marsal, diharapkan tidak menjatuhkan jiwa kritis jurnalis.

Juga meminta seluruh jurnalis untuk mengedepankan profesionalisme dan mengutamakan keselamatan dalam menjalankan kerja jurnalistik.

Begitupun masyarakat agar mendukung kebebasan pers dan menggunakan mekanisme yang diatur oleh Undang-Undang Pers dalam penyelesaian sengketa pers.

 

 

Pewarta : HR

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *