Alih fungsi bangunan dari Gudang Rongsokan jadi Karaoke StarOne disoal warga sekitar

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Berdirinya bangunan baru megah dan bertingkat milik Karaoke StarOne I di Jl. Sudirman Kelurahan Ganjarasri Metro Barat Kota Metro, dipersoalkan warga sekitar. Pasalnya bangunan bertingkat itu diduga telah beralih fungsi dan belum memiliki IMB (Izin Mendirikan Bangunan).

Narto (55) warga sekitar menuturkan bahwa pembangunan gedung bertingkat ini belum memiliki izin dari lingkungan dan tidak ada kepedulian bagi warga sekitar.

“Bangunan itu kurang tau untuk apa, katanya untuk hotel. Sama lingkungan sini enggak izin, harusnya ada izin lingkungan dari warga sekitar. Dulu setiap bulan warga dikasih beras, sekarang sudah satu tahun lebih enggak ada. Tapi musim corona dia bisa bangun megah kayak gitu, enggak ada masalah dia, katanya punya Memeh. Kalau pak RT 31 disini pak Juli,” tutur Narto kepada Mitrapol.com, Senin (21/6/2021).

Pada saat tim media, menemui Juli, Ketua RT 31 RW 07, tidak berada dikediamannya. Selanjutnya, guna mencari informasi lebih akurat, kemudian tim media menemui warga lainnya untuk menjadi narasumber.

Narasumber lainnya, Maryatin, warga sekitar yang didampingi oleh keluarganya menjelaskan prihal sejak awal berdirinya bangunan Karaoke StarOne di Jl. Sudirman Ganjarasri Kota Metro, yang telah beralih fungsi.

“Saat itu pemilik usaha Cik Memey, memang pernah meminta izin lingkungan untuk membangun gudang timbangan rongsokan dan dia datang ke rumah, namun, setelah itu berubah fungsi menjadi tempat karaoke StarOne, kami tidak ada diminta tandatangan sebagai ijin lingkungan, untuk tanda tangan. Apalagi bangunan baru sekarang ini kabarnya untuk dijadikan Hotel,” jelas Maryatin.

“Dulu ada yang kami terima, berupa beras setiap bulan, namun sejak pemilihan dewan/legislatif tempo hari, cik Memey gagal duduk sebagai anggota dewan/legislatif di Kota Metro. Maka sejak itu pula tidak pernah lagi ada bantuan kepada warga,” imbuhnya.

Selanjutnya, tim media menemui Sairudin yang menjabat Ketua RW 07 dilingkungan Karaoke StarOne Kelurahan Ganjarasri Metro Barat.

“Kalau izin lingkungan warga itu ada, rencananya bangunan baru itu dijadikan hotel. Konsepnya blangko dari perizinan dan yang jalan RT yang masuk lingkungan RT 31. Kisaran ada 10 warga yang tanda tangan. Kalau bantuan – bantuan untuk warga sekitar di tahun 2020 ini belum pernah ada,” kata Sairudin.

Atas perbedaan pendapat itu, diduga Sairudin sebagai Ketua RW 07 di Kelurahan Ganjarasri Metro Barat, telah berbohong dan bekerjasama/kongkalikong dengan pemilik usaha dalam mengurus (IMB). Salah satunya syarat mutlak adalah harus mengantongi surat izin lingkungan dari warga sekitar.

Fakta lainnya adalah di lokasi pembangunan gedung bertingkat milik Karaoke StarOne I di Jl. Sudirman Keluarahan Ganjarasri Metro Barat, tidak ada papan informasi resmi/Baner (IMB) yang dikeluarkan oleh pihak perizinan / PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Kota Metro.

 

 

Pewarta : MM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *