Diduga persulit pelayanan BPUM, RJN Pandeglang minta pimpinan Bank BNI Labuan tindak tegas bawahannya

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang Banten – Adanya pemberitaan dugaan penolakan pencairan Bantuan Sosial BPUM ke pihak keluarga penerima manfaat (KPM) kini menjadi kontroversi. Hal ini terjadi lantaran permohonan awak media yang tidak diindahkan oleh pihak Bank BNI penyaluran pada program Banpres/BPUM tersebut. Yang padahal awak media hanya sebatas membantu karena merasa iba terhadap seorang ibu yang sedang hamil tersebut.

Tidak hanya itu awak media pun merasa dilecehkan oleh perlakuan dari salah seorang Oknum teller (CSO) berinisial SR yang meminta surat tugas kepada awak media.

Seperti yang dikatakan AI salah satu wartawan dari media cetak & online dirinya merasa tersinggung dengan kejadian tersebut.

“Ya jelas, saya merasa dilecehkan dan tersinggung sekali oleh perlakuan Oknum teller (CSO) tersebut, karena pada waktu kita (awak media) hendak melakukan permohonan terhadap teller (CSO) dan kepala Bank BNI Labuan, namun kami dilarang oleh Security dengan dalih masih jam kerja,” ungkapnya

Namun lucunya, selang beberapa menit oknum teller (CSO) tersebut sempat-sempatnya pada saat jam kerja dan proses pelayanan masih berjalan, keluar untuk menanyakan surat tugas ke para awak media. Padahal mereka (awak media) bukan melakukan konfirmasi dan kalaupun memang kami mau melakukan konfirmasi yang berhak menanyakan legalitas itu adalah Security atau pimpinannya.

“Setelah kejadian tersebut akhirnya kami hendak melakukan konfirmasi kepada kepala Bank BNI perihal alasan dipersulitnya pencairan, namun kami (awak media) di hadang dan tidak di perbolehkan oleh Security.” tutupnya

Menanggapi hal tersebut, Entus Mujani selaku Ketua DPC Ruang Jurnalis Nusantara (RJN) kabupaten Pandeglang mengatakan, sungguh tidak dibenarkan siapapun dari instansi manapun menghalang-halangi tugas jurnalis karena Bisa dipidana berdasarkan UU No 40 tahun 1999 pasal 18 ayat 1.

“Karena BNI adalah salah satu instansi pelayan masyarakat, tidak seharusnya seorang teller (CS) BNI bersikap tidak sopan kepada masyarakat dan apalagi insan pers,” tegas Entus

Terakhir ketua RJN Pandeglang ini pun meminta kepada pihak BNI Cabang Labuan untuk menindak tegas (memecat) karyawannya yang tidak becus bekerja mengaplikasikan prinsip-prinsip pelayanan prima.

“Jika tidak, kami akan audiensi dengan pimpinan BNI diatasnya, dan bila perlu langsung ke kantor pusat agar karyawan-karyawan BNI diberikan pembekalan etika dalam Pelayanan Prima terhadap Nasabah,” kata Entus Mujani.

 

 

Team

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *