Pasarkan Unioil palsu, Wendy Kartono didenda Rp 20 juta

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan Sumut  – Terbukti menjual oli Unioil palsu, Wendy Kartono (37) warga Jalan Inspeksi / Kanal Komplek Victoria, Ling. XV, Kel. Titi Kuning, Kec. Medan Johor, Kota Medan, divonis pidana denda Rp 20 juta subsider 3 bulan kurungan.

Putusan itu disampaikan majelis hakim diketuai Saidin Bagariang yang bersidang di ruang Cakra-3 Pengadilan Negeri Medan, Selasa (22/6/2021).

Menurut Saidin Bagariang, sesuai dengan fakta-fakta yang terungkap di persidangan, perbuatan telah merugikan produsen dan distributor oli Unoil.

Dengan begitu, terdakwa terbukti bersalah  melanggar Pasal 102 jo Pasal 100 Ayat (1) UU Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis.

Putusan majelis hakim beda tipis dengan tuntutan JPU Sri Delyanti yang menuntut terdakwa dengan pidana denda Rp 25 juta subsider 3 bulan kurungan.

Peristiwanya, Jumat 14 Agustus 2020,  Hendramin,  karyawan PT Dirgantara Mitramahardi Jakarta selaku distributor resmi Unioil wilayah Banda Aceh dan Sumut menemukan bon faktor pengiriman ratusan kaleng Unioil palsu.

Pengiriman ke sejumlah daerah dengan menggunakan jasa pengiriman barang (ekspedisi) Kalimantan di Jalan Irian Barat, Percut Seituan Deliserdang.

Tujuan pengiriman,  100 Kotak @ 24 kaleng ukuran 800 ml ke Labusel  dengan harga Rp600.000 perkotak dan 20 Kotak @ 24 kaleng  ukuran 800 ml  serta 1 kotak @ 24 kaleng ukuran 1 liter ke Cikampak, Kab. Labusel.

Kemudian di gudang kawasan Kayu Putih Medan ditemukan 100 Kotak @ 24 kaleng ukuran 800 ml. Lantas, temuan dilaporkan ke polisi.

Hasil pemeriksaan, terdakwa Wendy Kartono mengakui oli palsu tersebut adalah miliknya yang dibeli dari seorang sales freelance bernama Rendi (belum tertangkap).

Akibat perbuatan terdakwa, omset PT Dirgantara Mitramahardi merugi ratusan juta rupiah sejak 2017 hingga 2019.

 

 

Pewarta : ZH

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *