Tercium aroma tak sedap dalam pembangunan Stadion Nagan Raya

  • Whatsapp

MITRAPOL,com, Kabupaten Nagan Raya Aceh – Dugaan Korupsi kembali terendus dijajaran Pemkab Nagan Raya, indikasi korupsi di Dinas kebudayaan parawisa pemuda dan olah raga dengan pekerjaan lanjutan pembangunan stadion yang berlokasi didesa Alue ie mameh kecamatan Seunagan yang menelan anggaran milyaran rupiah ini diduga sarat dengan penyelewengan, sebagaimana hasil investigasi awak media mitrapol dilapangan mendapati proyek pekerjaan tersebut sangat memprihatinkan sehingga patut diduga proses lanjutan pembangunan sejak tahun anggaran 2019 dan 2020 telah terjadi dugaan korupsi yang mengakibatkan mutu proyek tersebut sangat rendah.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua LSM Independen Nasionalis Anti Korupsi (inakor)Kabupaten Nagan Raya T.Ridwan.Ssos.SH disaat melakukan investigasi kelokasi pembangunan mengatakan,”Kami sudah mengecek kelapangan dan benar bahwa kondisi saat ini sangat memprihatinkan, padahal dana yang dikucurkan di tahun 2019 sekitar 4 Milyar untuk timbunan dan penanaman rumput, namun kenyataannya kondisi saat ini jika rumput tersebut sangat jarang yang tumbuh dan bahkan saat hujan turun di lokasi tersebut terendam atau tergenang air, jelas ini ada yang gak beres dengan peninmbunan dan pemasangan pipa serta pembangun riolnya,” ucap T. Ridwan.

Lebih lanjut Aktivis Anti korupsi ini mengatakan bahwa untuk tahun anggaran 2020 anggaran nya 2,4 Milyar dengan item pembangunan Track Joging juga bermasalah karena kondisi nya sudah mulai turun akibat tergenang, ia meminta kepada Penegak hukum dalam hal ini kepolisian dan kejaksaan agar segera melakukan penyelidikan dan penyidikan guna mengungkap dugaan korupsi ini demi menyelamatkan keuangan Negara dan harus diproses semua yang diduga terlibat bahkan harus diselidiki proses awal pelelangan terhadap pekerjaan tersebut ujarnya.

Sementara itu Kadisbudpar pora Nagan Raya Diman Dasimun. SE kepada awak media mengatakan bahwa saat dirinya dipercayakan sebagai Kepala dinas semua kegiatan tahun 2020 telah selesai untuk dilaksanakan dan menurutnya telah sesuai dengan aturan yang ada, sedangkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada kegiatan tersebut Fariki.SE,Msi yang dihubungi melalui Hp selulernya mengaku bahwa seluruh pembangunan lanjutan pekerjaan tersebut telah sesuai Rencana Anggaran Belanja(RAB), bahkan sudah diperiksa oleh BPK Perwakilan, Aceh ungkapnya.

Nah…

Sinkronkah keadaan di lapangan dengan laporan diatas kertas terhadap pekerjaan tersebut…?

Benarkah informasi, tidak cukupnya volume dalam pekerjaan tersebut…?

Ntahlah…!

Hanya Penegak Hukum yang dapat membuktikannya…?

B E R S A M B U N G…

 

Pewarta : T. Indra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *