Uang Banpres UMKM milik Sutihat diduga dikuras habis oleh oknum tak bertanggungjawab

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang Banten – Istilah UMKM marak terdengar setelah adanya program Banpares dari pemerintah. Dilansir dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan menengah Republik Indonesia, Banpres Produktif adalah program pemerintah untuk membantu usaha mikro agar tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19.

Namun nasib malang dirasakan salah satu warga Kecamatan Carita yang dimana uangnya sudah dikuras habis oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Sutihat seorang ibu warga kp.Cibango Kidul, Desa Paejamben, Kecamatan Carita Kabupaten Pandeglang ini ke Mitrapol.com mengaku kalau dirinya adalah penerima Banpres UMKM tahap pertama, yaitu 2,4 juta dan uangnya sudah diambil oleh orang yang tidak diketahuinya.

Jadi saya dari pengecekan online pak mendapatkan banpres yang 2,4 melalui bank BNI, tapi uang saya sudah ada yang ambil dan saldonya disanya 9.766 rupiah, ujarnya

Saya sudah ke Bank BNI dan saya ingin mengetahui uang saya diambil oleh siapa karena saya merasa belum pernah menarik uang dan belum menerima buku tabungan dan ATM untuk Banpres ini, terang Sutihat.

Tambah Sutihat, dari hasil pengecekan di Bank BNI dengan bukti rekening koran, bahwa uang Banpres UMKM yang 2,4 juta ini ditransferkan oleh negara ke Bank BNI yang pernah saya pergunakan saat program Jamsos Ratu yang sekarang diganti dengan Bank BJB dari Tahun 2017.

Udah begini kesiapa saya harus meminta uang saya yang dari Banpres ini sedangkan saya lagi sangat membutuhkan uang itu yang kata pak presiden juga untuk membantu permodalan usaha, kalo begini mah dikirimkan ke Bank yang sudah ditarik ataupun kerekening yang BNI ternyata buat ditarik oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, dan sangat lucu ko masih bisa aktif itu ATM sedangkan sudah ditarik tahun 2017 dan ko bisa ditarik oleh oknum sedangkan sangat jelas itu harus diambil oleh atas nama yang tertera di atm, membingungkan, tegas Sutihat.

Mitrapol.com mencoba menggali informasi dari Oyok yang pernah menjadi pendamping program Jamsos Ratu untuk desa Pejamben ini mengatakan dirinya ketika penarikan Kartu ATM Bank BNI dan pergantian ke BJB ini dirinya belum menjadi pendamping Jamsos Ratu di desa Pejamben.

Ia pak, pada tahun 2017 pas pergantian Bank tersebut saya belum menjadi pendamping dan sebelum saya saya kurang tau pendampingnya siapa, coba bapa tanyakan kepada KPM ATM nya ditarik oleh siapa dulunya, terang oyok.

Tapi untuk masalah uang ibu Sutihat saya pribadi sangat merasa kasihan dengan apa yang dirasakan beliau, dan seharusnya kartu yang sudah ditatik tersebut tidak harus aktif lagi, ini kenapa bisa aktif dan uangnya diambil oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, tuturnya.

 

 

Pewarta : Royen Siregar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *