Gelar Musrembang RPJMD Tahun 2021-2026, Pemda bersama Bappeda Butur bahas Tujuh masalah pokok

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Buton Utara – Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Utara (Butur) melalui Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar musyarawah pembangunan (Musrembang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Kegiatan ini dilaksanakan guna membahas tujuh gambaran permasalahan pokok pembangunan yang bakal dituntaskan dalam lima tahun kedepan di Aula Kantor Bappeda Rabu, 23 Juni 2021.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Butur Muhammad Ridwan Zakariah.

Orang nomor satu dibutur ini mengatakan, penyusunan RPJMD merupakan amanat regulasi yang diwajibkan untuk menyusun dokumen perencanaan lima tahun kedepan. Secara subtantif.

olehnya itu RPJMD menjadi acuan dalam perencanaan pembangunan daerah yang merupakan penjabaran dari visi, misi dan program pembanunan kepala daerah dan wakil kepala daerah yang memuat tujuan, sasaran, strategi dan arah kebijakan pembangunan dan keuangan daerah,”kata Ridwan

Pasalnya program perangkat daerah dan lintas perangkat daerah yang disertai dengan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif.

“Perumusan tujuan, sasaran, strategi dan arah kebijakan pembangunan daerah harus berbasis pada isu-isu strategis sesuai pada kondisi masyarakat. Program pembangunan itu harus bisa langsung dirasakan masyarakat. Sehingga sumber daya yang ada di kabupaten buton utara saat ini bisa meningkat pula,”jelasnya.

Eks Kepala Bappeda Provinsi Sultra ini menjelaskan, beberapa indikator yang menjadi perhatian semua pihak baik itu eksekutif maupun legislatif. Bahwa gambaran serta kondisi pembangunan Butur saat ini fokus pada tujuh permasalahan saat ini, yakni :

1. Indeks pembangunan manusia (IPM) Butur sampai tahun 2020 berada pada angka 67,87. IPM ini masih berada dibawah IPM Provinsi dan Nasional. IPM Butur berada pada urutan ke-10 dari 17 Kabupaten/Kota di Sultra ini.

2. Pertumbuhan ekonomi Butur tahun 2019 tumbuh diangka 5,68. Namun pada tahun 2020 mengalami penurunan yang sangat tajam hingga di angka 0,99 akibat pandemi covid-19.

3. Angka kemiskinan di Butur sampai tahun 2020 berada diposisi ke-5 tertinggi di sulawesi tenggara dari 17 kabupaten/kota, dengan jumlah penduduk miskin 9.130 jiwa atau 14,10%.

4. Partisipasi angkatan kerja meningkat dari 72,16 persen tahun 2019 menjadi 76,52 persen, namun tingkat pengangguran terbuka meningkat dari 2,64 pada tahun 2019 menjadi 4,11 pada tahun 2020.

5. Di bidang kesehatan, angka kematian per 1000 kelahiran selama 3 tahun terakhir mengalami peningkatan dari 15 pada tahun 2018 menjadi 18 pada tahun 2020. Kematian ibu mengalami tren naik turun. Pada tahun 2020 mengalami penurunan yaitu hanya 1 kasus dari 6 kasus pada tahun 2019. Untuk tenaga kesehatan, rasio kebutuhan dokter per 1000 penduduk belum terpenuhi, sampai tahun 2020 rasio dokter baru diangka 0,41%.

6. Bidang infrastruktur, sampai tahun 2020 kondisi jalan yang mantap di Butur sepanjang 380,213 km atau 60,08% dan kondisi tidak mantap 252,618 km dari total panjang jalan kabupaten 632,831.

Sementara jalan provinsi kondisi mantap sepanjang 42 km, rusak ringan 2 km dan rusak berat 78,6 km dari 122,6 km jalan provinsi.

Selain itu, persentase penduduk pengguna air bersih layak 14,06%. Untuk akses telekomunikasi sampai tahun 2020 sudah 8 bts yang terbangun dan

Pada tahun 2021 direncanakan akan dibangun 16 BTS (Base Transceiver Station) untuk meningkatkan akses telekomunikasi di daerah terpencil,”kata Ridwan.

7. Butur memiliki potensi sumber daya alam daratan dan lautan yang strategis untuk pengembangan pertanian dan perikanan.

Bidang pertanian, sampai tahun 2020 luas lahan budidaya 3.385,5 hektar dengan produksi padi sawah mencapai 4.578,6 ton dan produksi padi ladang 1.598,93 ton.

Selain itu, masih ada potensi hasil pertanian lainnya seperti kelapa dan jambu mete yang hasil produksinya juga menjanjikan kesejahteraan rakyat.

Perikanan, tahun 2020 jumlah hasil tangkapan ikan mencapai 6.877 ton dengan jumlah nelayan sebanyak 2.887 orang. Luas lahan pertanian rumput laut seluas 175,07 hektar.

Bupati dua periode ini menambahkan, berdasarkan tujuh gambaran permasalahan potensi sumber daya dan kondisi yang ada di Butur perlu dirumuskan isu strategis pembangunan kabupaten selama 5 tahun ke depan yang dijabarkan dalam bentuk visi, misi dan program pembangunan daerah.

Selanjutnya diturunkan menjadi tujuan, sasaran, strategi, arah kebijakan dan program prioritas pembangunan daerah yang nantinya akan dilaksanakan oleh daerah berdasarkan tupoksi dan kewenangan masing-masing, tutupnya.

 

 

Pewarta : David Wiridin

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *