Wakil Bupati Cirebon bersama Lembaga Sertifikasi Profesi Transportasi Global Indonesia buka Uji Kompetensi Pengemudi

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Cirebon Jabar – Pemerintah Kabupaten Cirebon Jawa Barat bersama Lembaga Sertifikasi Profesi Transportasi Global Indonesia, (LSP-TGI) memberikan pelatihan dan uji kompetensi bagi para pengemudi yang ada di kabupaten Cirebon.

Wakil Bupati Cirebon Hj, Wahyu Tjiptaningsih SE, M. SI, Mengatakan pengemudi perlu melengkapi diri dengan kompetensi, tidak hanya Bakat ketrampilan saja sebagian besar kecelakaan menurutnya Akibat human error, pengemudi ini kemungkinan ugal ugalan. Kalau sudah di katakan kompoten, mungkin mereka akan berkendara hati hatihati dengan baik. Kata Wakil Bupati Cirebon di Hall pasar gaya, Rabu (23/06/2021).

Ditempat yang sama, Wakil Bupati Cirebon yang akrab di sapa Ayu, mengatakan bahwa Kabupaten Cirebon memiliki kuota sebanyak 80 orang Supir mulai dari pengemudi Bus umum, pariwisata, hingga sopir pejabat publik. Ujarnya

Lebih lanjut Direktur utama PT Sertifikasi Profesi Transportasi Global Indonesia (LSP-TGI), DR H. Djajadi Surahman mengatakan, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 10 tahun 2018 tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi Transportasi (BNSP), di sebutan setiap profesi wajib memiliki sertifikasi Kompetensi, salah satu nya profesi para pengemudi. Dari jutaan pengemudi, kata djajadi hanya ribuan saja yang memiliki Sertifikasi Kompetensi dan Pemerintah harus mendorong untuk keselamatan bersama, tuturnya.

Tahun 2019, kami menguji sekitar kurang lebih dari 2.000 pengemudi semua nya berkompeten, namun karena saat ini pandemik Covid corona, jadi baru 900 pengemudi saja. Pengemudi ini semua, termasuk sopir angkutan perdesaan juga,” katanya.

Kabid keselamatan Dishub Kabupaten Cirebon Eddy Suzendi, A, MA PkB, SH mengatakan,”Pengemudi harus memiliki Kompetensi dan kemampuan untuk keselamatan dirinya, ataupun orang lain (penumpang) Setelah memiliki kompetensi, nanti nya para pengemudi di bekali ilmu bagaimana Meminimalisir fasilitas saat berkendara. “Kejadian di sumedang sampai 24 orang meninggal dunia itu akibat dari pengemudi yang tidak berkompeten. Bermodalkan pandai mengemudi saja tidak cukup,” ujarnya.

Sementara upaya lainnya untuk mendorong para Pengemudi memiliki Kompetensi, Kabupaten Cirebon pun dalam waktu dekat bakal memiliki serkuit edukasi yang nantinya akan dibangun di kawasan Pejambon. Dalam sirkuit Edukasi, kata Eddy nantinya bakal di isi pula taman lalu-lintas yang bakal mengedukasi anak sejak dini agar memiliki pengetahuan cara berkendara sesuai standar keselamatan. “Kami punya lahan 1,8 Hektar siap di bangun dalam waktu dekat dan anggaran pun sudah disediakan,” pungkas Eddy.

 

 

Pewarta : Darto.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *