Capai Puluhan Juta, Diduga Ketua K3S Way Bungur Lamtim tarik pungli dari Dana Bos

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lampung Timur – Seorang Kepala Sekolah Dasar yang juga merangkap sebagai Ketua K3S di Kecamatan Way Bungur Lampung Timur, diduga telah melakukan pungli (pungutan liar). Adapun bentuk pungutan liar berasal dari pemotongan dana anggaran BOS (Bantuan Operasional Sekolah) untuk peserta didik/siswa yang diterima pihak sekolah setiap bulannya.

Menurut narasumber NN, bahwa praktek semacam ini memang sering dilakukan oleh oknum tertentu dalam melakukan pungli. Namun, apa yang dilakukan oknum Kepsek/K3S tersebut terlalu berlebihan.

“Dana yang dipotong dan wajib disetorkan Rp 9.000, nantinya di hitung dari jumlah keseluruhan siswa yang ada dimasing – masing sekolah. Setiap kepsek harus menyetorkan dana pungli tersebut setiap pencairan dana bos pertriwulan,” ungkap NN, kepada awak media yang tidak ingin disebutkan namanya, Jum’at ( 25/6/2021) pagi.

NN juga menambahkan, Jika dana pungli/upeti wajib disetorkan oleh masing – masing Kepsek mencapai puluhan juta. Ia juga tidak mengetahui secara rinci kegunaannya dana upeti tersebut.

“Rincian uang Rp 9.000 itu katanya dibagi dua, 5.000 untuk K3S dan 4.000 untuk dana kebersamaan. Bayangkan, jika seluruh siswa di kec. Way Bungur ada 1.500 x 9.000 = 13.5 jt, dan diterima setiap triwulan pada setiap tahunnya. Praktek pungli ini sudah berjalan lama dalam beberapa tahun ini di Way Bungur. Tentu saja ini sangat tidak wajar dan harus ditelusuri. Jika perlu dilaporkan kepada pihak yang berwajib,” tambah NN.

Guna mengetahui kebenaran informasi, tim media melakukan penelusuran dengan menemui Ketua K3S dan Ketua Korwil Dinas Pendidikan Kecamatan Way Bungur Lampung.

Saat ditemui, Ketua Korwil Dinas Pendidikan Kecamatan Way Bungur Lampung Timur, Sahri tidak berada dikantor. Menurut Sripani, salah satu stafnya mengatakan, bahwa Ketua Korwil sedang di masuk kerja dan tidak memahami jumlah seluruh peserta didik yang ada di kecamatan Way Bungur.

“Pak Sahri tidak masuk kerja, hanya saya sendiri yang piket. Peserta didik seluruhnya sekitar 1.500 siswa. Itu bukan bagian saya, nanti temui saja hari Senin ada bagiannya,” kata Sripani.

Mengingat saat ini sedang libur, selanjutnya tim media menemui, Supriyadi selaku Ketua K3S Kecamatan Way Bungur Lampung Timur, di kediamannya. Namun , lagi – lagi Supriyadi tidak berada ditempat dan hanya ditemui pihak keluarga.

“Bapak sedang pergi, nanti saya sampaikan jika bapak-bapak kesini,” tutur Agung salah satu puteranya.

Selain itu, tim media juga melakukan komunikasi kepada Supriyadi melalui sambungan telp dan pesan WhatApp ke No. 0815 40840xxx. Namun, telp tidak dijawab dan pesan tidak dibalas. Hingga berita ini diterbitkan, Supriyadi selaku Ketua K3S sulit ditemui. Sehingga ada dugaan bahwa praktik korupsi secara berjamaah ini benar adanya dan telah berlangsung lama.

Kedepan, terkait adanya dugaan praktik pungli yang dilakukan oknum Kepsek/Ketua K3S Kecamatan Way Bungur Lampung Timur, tim media akan meminta tanggapan/ komentar dari pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Timur.

 

 

TIM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *