LASKAR Desak Penegak Hukum Periksa Semua Proyek Jembatan di Sigli

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Sigli – Ketua Harian Yayasan Lembaga Advokasi Sosial Kemasyarakatan Aceh Raya (LASKAR), Muhammad Ikhsan, S.H. mengkritik pembangunan jembatan setengah jadi di Pidie.

Ketua Harian LASKAR mengatakan jika Pemerintah Pidie dianggap seperti hobi mengoleksi “jembatan mangkrak” alias setengah jadi, sehingga uang rakyat yang dihabiskan milyaran rupiah tidak membawa manfaat kepada masyarakat sama sekali,” ucapnya.

Masih ucap Ikhsan jika hasil investigasi LASKAR ada beberapa proyek pembangunan jembatan yang hanya dibangun setengah jadi, salah satunya jembatan yang berada di Gampong Seulinging, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie, jembatan tersebut menghubungkan dua kecamatan yaitu Kecamatan Padang Tiji dan Kecamatan Batee.” ungkapnya.

Ketua Harian LASKAR mengatakan bahwa Abutment yang dibangun hanya menjadi semacam monumen harapan yang tak kunjung dipenuhi dalam masa kemimpinan Abusyik (sapaan akrab bupati Pidie Roni Ahmad) ujarnya. Abusyik yang menjabat sebagai Bupati Pidie dari tahun 2017 tersebut belum mampu menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat, terutama infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat seperti Jembatan di Seulinging.” lanjut Ikhsan.

Muhammad Ikhsan juga menjelaskan ke awak Media, jika pembangunan jembatan yang menjadi penghubung Kecamatan Padang Tiji dan Batee tersebut sudah dianggarkan dana lebih kurang sebesar 880 juta pada tahun 2019, namun yang dibangun hanya abutment jembatannya, mungkin Pemerintah Pidie ingin membangun “monumen harapan” saja, bukan membangun jembatan yang dibutuhkan masyarakat atau patut diduga hanya sekedar untuk menghabiskan anggaran guna kebutuhan adanya proyek untuk seseorang.” ungkapnya.

Hingga kini masyarakat harus menggunakan jembatan darurat yang dibangun dengan kayu disamping abutment jembatan yang dibangun Pemerintah Pidie untuk kegiatan sehari-hari.” lanjut Ketua Harian LASKAR.

Anggaran lebih kurang sebesar 880 Juta yang dianggarkan Pemerintah Pidie hanya untuk membangun abutment saja menuai kecurigaan kami dari LASKAR, maka patut kami duga jika ada “permainan” dalam pembangunan tersebut, terlebih tersiar kabar ada banyak temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Aceh tentang penggunaan anggaran yang tidak sesuai dan merugikan keuangan Negara oleh pemerintah pidie.

Muhammad Ikhsan,S.H., berharap agar aparat Penegak hukum segera bergerak untuk memeriksa temuan BPK tersebut dan pembangunan – pembangunan yang tidak sesuai KAK, RAB guna menyelamatkan indikasi kerugian uang Negara yang dianggarkan di Pidie, jangan sampai nantinya pembangunan tersebut hanya menjadi “siasat” oknum tertentu untuk memperkaya diri mereka di Pidie” tutupnya.

 

Pewarta : T.Indra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *