Didampingi Muspika Kecamatan Carita, Tim Gugus Tugas Covid-19 lakukan Vaksinasi pada Masyarakat

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang Banten – Program vaksinasi COVID-19 semakin gencar dilakukan sebagai upaya untuk mencegah penularan virus Corona. Sejauh ini sudah ada dua jenis vaksin yang digunakan di Indonesia, yaitu vaksin Sinovac dan AstraZeneca.

Jutaan dosis vaksin COVID-19 telah didistribusikan ke masyarakat secara bertahap. Vaksin Sinovac dan AstraZeneca merupakan dua vaksin yang telah diberikan ke kelompok prioritas, mulai dari lansia hingga tenaga kesehatan.

Diwilayah kecamatan carita,Kabupaten Pandeglang-Banten lagi gencar dengan menjemput bola untuk melakukan vaksinasi sinovac kepada masyarakat umur 18 tahun keatas dengan target 600 orang.

 

Tim gugus penanganan covid-19 kecamatan carita yang didampingi oleh muspika carita mengadakan lima titik tempat yang bisa dadatangi warga untuk divaksin.

Melalui Kepala UPT Puskesmas Carita, ke Mitrapol.com, mengajak masyarakat untuk datang sesuai aturan umur yang sudah ditentukan dilima titik diwilayah kecamatan Carita untuk mengikuti vaksinasi sinovak guna menjaga kesehatan imun tubuh.

Ia pak, sebenarnya kita ditargetkan untuk hari ini 600 orang, tetapi kita sebagai petugas kesehatan sebagai penyuntik vaksin juga terbatas maka untuk vaksinasi ini kita buka dari tanggal 29 juni sampai tanggal 5 juli mendatang.papar Hj Tien selaku Kepala UPT Puskesmas carita.

Harapan kami bagi masyarakat untuk selalu mematuhi prokes kesehatan dengan mengatur jarak, memakai masker, menghindari kerumunan, dan mencuci tangan untuk memutus rantai penyebaran covid-19 ini.

Ini vaksinasi sinovak ini serentak yah di Provinsi Banten, tambahnya.

Kita terkendalanya dengan kurang kesadaran masyarakat akan kesehatannya, seharusnya setiap pihak desa masing -masing memberikan sosialisasi kepada masyarakat akan gunanya vaksinasi sinovak ini, terangnya.

Ditambahkan Hj. Tien masyarakat masih banyak dengan terpengaruh dari berita-berita hoaks yang dimana sumbernya tidak bertanggung jawab yang membuat masyarakat takut untuk divaksin.

Jay selaku salah satu tim gugus covid -19 ini menambahkan bahwa aturan vaksinasi itu ada dan bukan siapa yang datang langsung disuntik vaksin sinovak.

Aturannya harus kita cek darahnya dulu, jika diatas 180 maka tidak bisa divaksin, terangnya.

Selain itu masyarakat yang mau divaksin harus makan dulu, tidak bisa dengan perut kosong, dan jika mengidap penyakit lain contoh penyakit kencing manis itu tidak bisa divaksin, tambah Jay.

Dilokasi tempat vaksinasi yaitu dikantor desa carita sebut saja aminah (45) menerangkan ke Mitrapol.com bahwa dirinya sudah divaksin dan merasakan hal suntikan biasa.

Terang aminah, memang saya jarang keluar rumah pak, tapi suami saya tiap hari harus bekerja diluar rumah dan malamnya kembali dengan kami keluarganya, jadi saya beranikan ikut vaksinasi sinovak ini dengan keberanian dan tidak percaya dengan berita-berita hoaks yang mengatakan bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Dalam vaksinasi ini kita dicek darah dulu, apakah bisa mengikuti vaksinasi atau tidak, tambahnya.

Hasil cek darah saya tadi 130 pak, yah bisa divaksin dan alhamdulilah saya sudah disuntik vaksin, mudah-mudah tidak terjadi apa-apa dan untuk umur kita sampai kapan kembali kepada sang kuasa.

Selain ibu aminah,Delima yang harus pulang yang datang untuk divaksin ini tidak bisa mengikuti vaksinasi.

Ia pak, saya belum bisa mengikuti vaksinasi, mungkin saya akan datang besok, soalnya saya habis minum parasetamol akibat saya kemaren kehujanan pulang dari pasar Labuan membuat saya merasa demam, dan mungkin saya akan datang kembali untuk dicek dan jika bisa saya siap divaksin pak, singkatnya.

 

 

Pewarta : Royen Siregar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *