Misteri Excavator yang Diduga Milik Pemkab Nagan Raya di Hutan Terlarang…?

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Nagan Raya – Bumi pertiwi Nagan Raya kembali di rusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Penampakkan excavator yang sedang melakukan perambahan hutan yang diduga masuk dalam kawasan hutan lindung di Kabupaten Nagan Raya dengan terang-terangan, seakan tanpa hambatan dari Penegak Hukum setempat sangat memprihatinkan, bahkan informasi yang awak Mitrapol dapatkan jika excavator yang di gunakan adalah diduga milik Pemkab Nagan Raya.

Berhembus issue jika perbuatan yang diduga melanggar hukum itu di “back- up” oleh sosok “orang kuat” sehingga dengan arogannya, perambahan hutan tersebut dilakukan dengan terang-terangan.

Awak Media Mitrapol mencoba menggali informasi dari beberapa warga setempat yang tidak ingin namanya disebutkan, mengatakan jika tidak ada Pihak dari Polres Nagan Raya yang berani melakukan penindakkan secara hukum terhadap kegiatan terlarang tersebut, ada apa..?

Kegiatan perambahan hutan terlarang tersebut tentunya merupakan contoh buruk terhadap masyarakat apalagi melihat adanya alat exavator yang patut diduga milik Pemkab Nagan Raya yang “berdansa dengan liar secara vulgar” seakan-akan ingin menunjukkan kekuasaannya dengan angkuhnya sehingga menimbulkan opini di masyarakat, bahwa mereka adalah sosok yang “kebal hukum”

Masyarakat setempat berharap Polda Aceh mengirimkan segera team khususnya untuk membongkar siapa “dalang” dari perbuatan yang diduga telah melanggar hukum itu dan patut dinilai sangat berani dengan menggunakan excavator yang terindikasi milik Pemkab Nagan Raya.

Beberapa saksi mata mengatakan jika pengerusakkan hutan itu terkesan ada beking,”orang kuat dan sakti”..?
Tertarikkah Polda Aceh untuk membuka tabir misteri tersebut…?
Ntahlah…!

Mitrapol menunggu konfirmasi dari Pemkab Nagan Raya terkait dugaan exavator miliknya yang terindikasi melakukan perambahan hutan tersebut.

B E R S A M B U N G…

 

Pewarta : T.Indra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *