Bupati Toba Membuka Sosialisasikan Perda Nomor 11 Tahun 2020 tentang perlindungan dan pemberdayaan perempuan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Toba Laguboti – Bupati kabupaten toba Poltak sitorus didampingi wakil bupati Tonny simanjuntak membuka kegiatan Sosialisasi Perda No 11 Tahun 2020 Tentang Perlindungan Dan Pemberdayaan Perempuan di Aula Kantor Camat Laguboti, Senin, (05/07/2021).

Sosialisasi yang diikuti 76 orang kepala desa dari tiga kecamatan yakni kecamatan tampahan, kecamatan Balige dan kecamatan laguboti diharapkan para kepala desa dari tiga kecamatan dapat berperan aktif untuk mensosialisasikan perda tersebut kepada masyarakat didesa masing-masing.

Dalam arahannya, Bupati toba mengajak dan mengimbau kepada seluruh peserta agar Perda nomor 11 tentang perlindungan dan pemberdayaan perempuan diharapkan dapat disosialisasikan kemasyarakat desa masing-masing karena kita tau wanita batak ini sungguh luar biasa dipakai Tuhan, bekerja keras sangat peduli kepada keluarga dan anak-anaknya dan kita kaum laki-laki harus melindungi mereka yang tulus bekerja berbuat untuk keluarga jangan sampai mereka menerima kekerasan-kekerasan kepada istri atau anak perempuan karena itu akan berbekas didalam hatinya sebut Poltak.

Kepala dinas Pemberdayaan masyarakat desa, perempuan dan perlindungan anak (PMD PPA) Hendry Silalahi menyampaikan dalam sosialisasi ini agar setiap desa nantinya membuat kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pemberdayaan perempuan dan memenuhi hak-hak perempuan untuk implementasinya ada di RABPDS.

” Ini akan kita dorong bagaimana caranya nanti agar perempuan diberlakukan atau diberdayakan sesuai dengan kemampuannya baik itu dalam melakukan pelaksanaan pelaksanaan kegiatan di desa maupun pembangunan pembangunan lainnya ” ujar henry.

Anggota DPRD Toba Mutiara Panjaitan SE dalam pemaparannya menyampaikan agar

fungsi sosialisasi ini agar masyarakat melalui desa tahu bahwa di kabupaten kita sudah ada perda tentang perlindungan perempuan.

“Perempuan dan laki-laki memiliki kesetaraan dalam pendidikan, ekonomi dan politik.

Kalau sepengetahuan kita bahwa penindasan terhadap perempuan di kabupaten Toba tidak sebanyak di daerah lain karena memang adat istiadat yang mengikat antara perempuan dan laki-laki.

Pemahaman akan perlindungan perempuan utamanya untuk pendidikan dan politik dinilai sangat penting untuk disosialisasikan ” sebut politisi partai Pkb.

Lebih lanjut disampaikannya, Perempuan di Kabupaten Toba pada umumnya tidak bisa menikmati hasil jerih payahnya sendiri walaupun mereka bekerja di pasar, di kebun ataupun ke ladang, karena mungkin karena hirarki kita yang masih patrilineal jadi mungkin dianggap bekerja hanya untuk keluarga, itu yang menjadi catatan penting bagi saya permasalahan yang ada di Toba.

Untuk pemberdayaan perempuan dari kami DPRD selain di sosialisasi mungkin kita bantu dari anggaran supaya ada anggaran untuk memberdayakan perempuan seperti pelatihan-pelatihan dalam menggali potensi untuk kaum ibu.

” Untuk dua tahun ini memang kita fokus ke refocusing dalam penanggulangan covid 19, namun ini tetap jadi perhatian” tegas mutiara.

Hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut Camat Laguboti pintor pangaribuan, camat balige Pantun Pardede, Camat tampahan freddy Panjaitan, para kepala desa dan Uspika kecamatan Laguboti.

 

Pewarta : Abdi.S

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *