Excavator “Kelompok Penguasa” diduga “Menggila” Melakukan Pengerusakkan Lahan Sawit Masyarakat Secara Premanisme di Nagan Raya

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Kabupaten Nagan Raya – Ketua Umum Yayasan Advokasi Sosial Kemasyarakatan Aceh Raya (LASKAR), Teuku Indra Yoesdiansyah, S.K.M., S.H. kepada awak media pada, Senin (05/07/2021) mengatakan bahwa telah terjadi pengerusakan terhadap kebun kelapa sawit milik masyarakat di Gampong Kabu yang kebetulan merupakan klien LASKAR,” ucapnya.

“Kebun kelapa sawit tersebut dirusak dengan cara menggunakan excavator, yang salah satunya diduga punya “kelompok Penguasa” di Nagan Raya.” ungkapnya.

Masih ucap Teuku Indra jika LASKAR sebagai kuasa hukum daripada masyarakat yang mempunyai kebun kelapa sawit tersebut mengecam keras tindakan pengerusakkan dan premanisme tersebut ujarnya.

LASKAR akan segera melaporkan dugaan tindakan pengerusakkan secara premanisme tersebut ke Polres Nagan Raya dalam waktu dekat ini, kami dari LASKAR berharap jika Polisi segera melakukan tindakkan hukum walaupun nantinya yang terlibat dalam aksi tersebut adalah kelompok orang “kuat” di daerah setempat,” ujar Ketum LASKAR.

Teuku Indra Yoesdiansyah,SKM,SH – Ketua Umum LASKAR

“LASKAR akan terus melakukan advokasi hukum kepada kliennya dan masyarakat demi membela hak-hak mereka, maka kami akan melawan tindakan premanisme tersebut,” ucap Teuku Indra

Pemberantasan tindakan premanisme merupakan salah satu fokus yang di intruksikan langsung oleh Bapak Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo kepada Kapolri, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. dan Bapak Kapolri juga telah mengintruksikan kepada seluruh Polda dan Polres di jajarannya, agar menindak tegas aksi premanisme yang meresahkan masyarakat, maka dari itu, Teuku Indra mengatakan akan segera melaporkan tindakan dugaan pengerusakkan dan premanisme tersebut kepada Polres Nagan Raya untuk segera diberantas sampai ke “sutradaranya” sehingga tidak meresahkan masyarakat lagi.” ucapnya

Tindakan pengerusakan yang diduga dilakukan oleh “kelompok penguasa” di Nagan Raya tersebut telah melanggar Pasal Pasal 406 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) yang berbunyi:

“Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum menghancurkan, merusakkan, membikin tak dapat dipakai atau menghilangkan barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain, diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan, apabila perbuatan tersebut dilakukan oleh lebih dari satu orang, maka berdasarkan Pasal 412 KUHP hukuman dalam Pasal 406 ayat (1) KUHP (2 tahun 8 bulan) akan ditambah dengan sepertiganya.

Tindakan kelompok tersebut yang memasuki kebun kelapa sawit milik klien LASKAR tanpa izin juga telah melanggar Pasal 167 ayat (1) KUHP.” ungkap Ketum LASKAR.

LASKAR juga akan melihat indikasi lainnya yang kemungkinan dapat dilaporkan ke Pihak Penegak Hukum nantinya, wait and see lah.” tutupnya.
Naaah…!
Akankah di Polres Nagan Raya hukum berlaku sama kepada setiap orang walaupun seseorang tersebut terindikasi merupakan kelompok “sang Penguasa” ataupun “orang kuat”…?

Ntahlah…kita tunggu saja laporan LASKAR di Polres Nagan Raya nantinya…!
B E R S A M B U N G…

 

Red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *