Guna memutus Mata Rantai penyebaran Covid 19, Pimpinan Umum Mitrapol Lakukan penyemprotan disinfektan di rumah kediamannya

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jabar – Mantan Kadiv Humas Polri Irjen Pol (Purn) Dr. H. Anton Charliyan, MPKN mengaku prihatin dengan adanya kelompok yang dengan gencarnya memprovokasi masyarakat untuk menentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat yang telah dicanangkan oleh Presiden Jokowi.

“Pro dan kontra soal ada tidaknya virus corona maupun terhadap kebijakan penerapan PPKM Jawa-Bali, menurut saya itu hal biasa. Namun yang membuat saya prihatin, yakni adanya kelompok tertentu yang memprovokasi masyarakat untuk tidak percaya Covid-19 yang dikaitkan dengan agama, sehingga menentang kebijakan PPKM yang dilakukan pemerintah untuk mencegah penularan Covid 19 tersebut,” kata Anton Charliyan, di Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat 9 Juli 2021.

Mantan Kapolda Jawa Barat itu menegaskan, Covid-19 benar adanya, real bukan hoax dan melanda seluruh negara di dunia. Ketika masyarakat tidak percaya, maka hal itu merupakan sebuah kebodohan dan ketidakwajaran. Siapapun yang memprovokasinya sama dengan menggiring ke arah pembodohan yang menyesatkan.

Menurut Anton Charliyan, ilmu dan agama tercipta untuk memerangi kebodohan. Makanya dalam agama Islam ayat pertama yang turun adalah: Iqra, bacalah. Itu mengisyaratkan agar manusia terbebas dari kebodohan. Dalam kondisi saat ini sedang pandemi Covid-19, dia mengingatkan, jika masyarakat tidak mematuhi apalagi menentang protokol kesehatan (prokes), dampaknya sangat besar.

Dia mencontohkan kasus di India. Festival keagamaan Kumbh Mela di Sungai Gangga di wilayah utara Kota Haridwar dikunjungi oleh 5 juta peziarah Hindu yang datang dari berbagai daerah di India. Sebagian besar yang datang ke acara itu tidak memakai masker.Setelah berendam di Sungai Gangga ternyata lebih dari 200.000 kasus baru bertambah selama 24 jam terakhir. Sampai Dengan hari ini total infeksi menjadi 13,9 juta di seluruh negeri India.

“Angka kematian turut bertambah 1.027, menjadi 172.085 korban jiwa. Pada mulanya, mereka percaya bahwa Maa (ibu) Gangga akan menyelamatkan mereka dari pandemi ini. Tapi kenyataannya terbalik 180 derajat”, tutur Anton Charliyan.

Bercermin dari kisah mengerikan di India, Anton Charliyan menyebut experience the best teacher (pengalaman adalah guru terbaik). Ia tidak mau kejadian itu menimpa pula di Indonesia, terutama gara-gara karena ketidak disiplinan masyarakat (yang terprovokasi) untuk tidak mematuhi aturan yang ditetapkan pemerintah, antara lain disiplin protokol kesehatan terutama saat diberlakukannya PPKM.

“Tujuan pemerintah memberlakukan PPKM itu kan jelas sekali, untuk mencegah lonjakan pandemi Covid-19 terutama dari munculnya Covid-19 varian baru yang mengancam keselamatan individu dan masyarakat Indonesia. Sekali lagi Individu dan masyarakat termasuk diri kita semua”, katanya.

Anton Charliyan meminta kepala seluruh elemen masyarakat, terutama tokoh masyarakat maupun tokoh agama agar mendukung langkah pemerintah dalam upaya mencegah penularan pandemi Covid-19 di Indonesia baik itu vaksinasi massal, protokol kesehatan atau PPKM dan upaya lainnya.

“Bagi yang tidak setuju dengan kebijakan pemerintah, misalnya soal vaksinasi atau PPKM mikro/darurat, terutama dari tokoh masyarakat maupun tokoh agama dari kelompok tertentu, atau siapapun juga agar menahan diri untuk tidak melontarkan ucapan ucapan yang justru dapat memprovokasi masyarakat, yang kemudian menghambat langkah pemerintah mencegah terjadinya lonjakan pandemi Covid-19 ini”, tegasnya.

Simak Videonya.

Menyinggung sejumlah negara yang dikatakan telah berhasil mencegah pandemi Covid-19 seperti Australia, Singapore, Malaysia, Brunai dan negara lainnya, ungkap Anton Charliyan, semua itu karena steak holder dan elemen masyarakat sama-sama bersatu padu, fokus dan serius pada kepentingan dan keselamatan bersama untuk memerangi Covid-19.

Sebab itu Anton Charliyan mengajak, semua pihak untuk sementara menghilangkan dulu perbedaan kepentingan, perbedaan faham, aliran, ras agama, kelompok, partai untuk sama-sama fokus memerangi Covid-19 di antaranya melalui PPKM Derurat yang sedang kita laksanakan saat ini.

“Hanya satu kunci, keberhasilan bisa dicapai dengan kebersamaan dan disiplin. Al itihadu quwatun, kekuatan ada di dalam kebersamaan dan Self Discipline top Secret for Succsess”, katanya.

Anton Charliyan sangat menyadari, peran media juga sangat besar untuk turut serta mendukung langkah pemerintah mencegah penularan Covid-19. Untuk itu ia berharap, media bisa menyampaikan informasi yang benar, terkait wabah virus corona maupun langkah-langkah pemerintah agar Indonesia segera terbebas dari Covid-19.

 

Red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *