Kasus pengrusakan lahan sudah 3 Tahun mandek, Husriadi berharap pelaku segera di tahan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Palembang – Husriadi, SE selaku penerima Kuasa dari korban atau pelapor atas dugaan pengrusakan lahan seluas 9 Ha di Muara Lakitan Kabupaten Musi Rawas Utara mempertanyakan kasus tersebut.

Menurut Husriadi, kasus dugaan pengrusakan yang dilakukan oleh oknum manager di PT PPA ini sudah berlarut-larut dan belum ada titik terang. Bahkan saking lamanya kasus ini sudah tiga tahun namun belum jalan.

Pria yang kerap dipanggil kak US ini mengatakan, sebelumnya berkas perkara kasus tersebut sempat diserahkan ke Jaksa. Namun, karena ada beberapa hal yang kurang sehingga dikembalikan untuk harus dilengkapi.

“Untuk P21 sudah dikirim tapi kurang lengkap sehingga harus dilengkapi kembali,” ujarnya.

Us mengatakan, kekurangan berkas tersebut dimana penyidik harus datang ke lokasi untuk melihat lagi bagaimana kerusakan akibat perbuatan pelaku. Namun, saat ini diketahui penyidik sudah melakukan pengecekan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hanya saja masih ada satu saksi yang belum datang meski sudah dilakukan pemanggilan.

“Kita sudah koordinasi dengan penyidiknya di Jatanras, katanya mereka sudah ke lokasi. Namun, dalam perkara ini masih ada saksi satu lagi yang belum datang tetapi kata Kanit sudah dilakukan pemanggilan,” ujarnya.

Lebih jauh Dia mengatakan, yang menjadi terlapor dalam laporan dua tahun silam itu sebanyak tiga orang yakni Yanto, Putra Jaya dan Suroso. Oleh sebab itu dia berharap agar proses perkara ini dapat berjalan lancar dan cepat.

“Kita Berharap untuk kasus ini agar pelaku segera ditahan. Dan kita juga selalu apresiasi pihak kepolisian yang selalu bekerja keras untuk melayani dan mengayomi masyarakat,” tutur dia.

Tak hanya itu, akibat ulah para pelaku korban mengalami kerugian hingga Rp 3 miliar lebih. “Oleh sebab itulah kita berharap penyidik dapat bekerja cepat mengingat saudara Suroso ini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kasihan korban yang mengalami banyak kerugian,” tegas Us

 

Pewarta : Fendi / Tim.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *