Kuasa Hukum Ahli Waris Datangi Kantor Desa Maja terkait dugaan kasus jual-beli Tanah

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lebak Banten – Seorang Ibu Rumah Tangga asal Kabupaten Tangerang melalui Kuasa Hukumnya dari Kantor Hukum Acep Saepudin & Partners (ASP Law Firm) mendatangi Kantor Desa Maja, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak pada, Senin 12/7/2021.

Kedatangan Tim Kuasa Hukum tersebut untuk melayangkan Surat keberatan atas diterbitkannya surat keterangan jual-beli tanah yang merupakan peninggalan dari orang tua Kliennya (Uun) dan diperjual belikan oleh pihak-pihak yang tidak memiliki hak. Ironisnya, surat penjualan tanah tersebut diduga diketahui bahkan ditanda tangani oleh Kepala Desa Maja.

Seperti dikatakan Acep Saepudin, SH., MH., MM., M.Si. selaku ketua tim kuasa hukum ahli waris bernama Uun Binti Sanusi menerangkan bahwa surat keterangan jual-beli tanah dianggap cacat Hukum.

“Surat Keterangan Jual Beli tersebut diduga cacat hukum dan merupakan tindakan maladministrasi pemerintahan karena menggunakan wewenang untuk tujuan lain dari yang menjadi tujuan wewenang tersebut, termasuk kelalaian atau pengabaian kewajiban hukum dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang dilakukan oleh Penyelenggara Negara dan pemerintahan yang menimbulkan kerugian materil dan/atau imaterial bagi masyarakat dan orang perseorangan, sebagaimana ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 Tentang Ombudsman Republik Indonesia.”Tegasnya

Sementara Oni Sutarna, S.H., M.M., CPL. dan Muhamad Yusuf, SH., MH., MM. selaku anggota tim kuasa hukum ASP Law Firm juga menuturkan.

“Dengan adanya surat keterangan jual beli yang baru diketahui tersebut jelas menimbulkan kerugian nyata yang dialami Klien kami baik secara materil dan juga secara immateriil, karena berdasarkan hasil investigasi Tim Advokasi ASP Law Firm Surat Keterangan Jual Beli dan sejumlah surat keterangan lainnya cacat hukum dan tidak diakui oleh seorang yang tercantum di dalamnya selaku penjual. Oleh karena itu kami meminta kepada Ma’mun Tobari selaku Kepala Desa Maja segera mencabut dan/atau membatalkan Surat Keterangan Jual-Beli sebagaimana dimaksud di atas.

Lebih lanjut, Tim pengacara memberikan tempo selama 3 (Tiga) hari kepada Kepala Desa Maja untuk membatalkan Surat Keterangan Jual-Beli yang dianggap telah merugikan Kilennya.

“Kami akan menempuh upaya hukum dengan melaporkan tindakan maladministrasi tersebut kepada Ombudsman Republik Indonesia dan/atau kepada Instansi Penegak Hukum lainnya.” Tegasnya

Untuk diketahui, Tim kuasa hukum diantaranya Advokat senior asal Banten Anda, S.H., M.M. dengan didampingi oleh Advokat Anwar Yogie Susanto, S.H., M.Si., Advokat Oni Sutarna, S.H., M.M., CPL dan Advokat Muhamad Yusuf, S.H., M.H., M.M. mendatangi Kantor Desa Maja, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak Senin, 12/7/2021.

“Kami telah mendatangi Kantor Desa Maja namun Kepala Desa Maja H. Mamun Tobari tidak ada di tempat dan kami telah mengajukan surat keberatan secara resmi kepada Kepala Desa Maja yang diterima oleh Staf Desa Maja atas nama Lilik Herawati. Hal ini membuktikan bahwa kami telah beritikad baik, namun apabila Kepala Desa Maja tidak mengindahkan surat kami, maka kami akan melanjutkan permasalahan ini pada proses hukum lebih lanjut sesuai aturan hukum yang berlaku. Surat keberatan ini juga telah kami tembuskan kepada Inspektur Inspektorat Kabupaten Lebak, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lebak, Kapolres Lebak, Kepala Kejaksaan Negeri Lebak dan Ketua Pengadilan Negeri Rangkasbitung.” Pungkasnya

Hingga berita diterbitkan mitrapol.com belum berhasil menghubungi Kepala Desa Maja guna meminta keterangan kepada Ma’mun Tobari mengenai Surat Keterangan Jual-beli tanah dan diduga bermasalah.

 

Pewarta : Ubay

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *