Senior Partai Golkar Prov Sulut Kecam Keputusan DPD I PG Sulut atas Pencoptan Sepihak

  • Whatsapp
Dts Syahrial damopolii

MITRAPOL.com, Bolmong – Mantan Ketua DPRD Sulawesi Utara dua periode, yang juga diketahui sebagai tokoh senior partai Golkar Sulut, bapak Drs Syahrial damopolii atau lebih di kenal dengan julukan BOGANI in TOTABUAN, Mengecam keputusan DPD I PG Sulut atas pencopotan jabatan sekretaris DPD II PG Bolmong Secara tiba tiba.

Menurutnya, Tak seharusnya DPD 1 PG sulut memperlakukan Fadly Sinbuang SE, Seperti itu. Pasalnya, sekretaris DPD II PG bolmong yang di copot secara tiba tiba itu adalah roh partai Golkar Bolmong raya yang begitu aktif serta kurun waktu 20 tahun ini terus memberikan kontribusi kerja kerja politik untuk kebesaran Partai Golkar di Bolmong lebih khusus BMR.

“Saya kenal beliau (Fadly Simbuang) adalah sosok pekerja keras, sebagai kader golkar Bolmong yang aktif, beliau banyak memberikan ide, gagasan dan konsep untuk membesarkan partai Golkar Bolmong,” Ucap Politisi Kawakan ini pada awak media, Sabtu (10/07/21) Kemarin.

Dikatakannya, Saudara Fadly Simbuang adalah kader yang serba bisa dan bisa di andalkan oleh partai ini, beliau sudah sangat membantu partai sampai berdarah-darah, Sehingga saya sarankan kepada pimpinan DPD 1 PG Sulut, Cristiany Eugenia Paruntu (CEP) agar mempertimbangkan kembali penonaktifan Fadly Simbuang sebagai sekretaris DPD II Golkar Bolmong.

“Susah payah kami dan tokoh senior partai Golkar lainnya menjaga Marwah dan nama baik partai Golkar ini Jangan sampai hanya karena kesalahpahaman internal, kemudian harus melakukan kebijakan yang bisa berakibat merosotnya elektabilitas partai Golkar Bolmong,” Ujar Bogani Yang akrab di sapa rakyat BMR ini.

Lebih lanjut kata Bogani, Pada perhelatan Pilgub sulut tahun 2020 lalu, Saudara Fadly Simbuang sangat berjasa membantu pimpinan DPD II PG Bolmong dalam memenangkan Paslon CEP-Sehan yang di usung oleh partai golkar dan Partai Amanat nasional walaupun Paslon Golkar harus kalah dari Paslon lain.

“Selaku tokoh senior partai Golkar saya menyesalkan sikap Raski Mokodompit yang terkesan tidak memperhatikan kader Golkar Bolmong yang ikut membantunya menjadi aleg DPRD Sulut, Harusnya persoalan ini bisa di bicarakan untuk kebesaran.PG Di bolmong” Ketusnya.

Sebagai wakil rakyat dapil BMR yang notabene di usung oleh Partai Golkar harusnya Raski Mokodompit yang saat ini menjabat sebagai sekretaris DPD 1 PG Sulut turun tangan dan membantu konflik di internal PG 2 Bolmong. Apalagi Raski memiiki ikatan emosional yang tinggi karena beliau warga asli BMR.

“Ingat ada dua agenda penting yang akan di hadapi partai golkar. Yakni, Agenda pencalonan Ketum DPP Golkar Erlangga Hartarto dan pencalonan Ketua DPD 1 PG Sulut Cristiany euginia Paruntu (CEP) pada Pilgub tahun 2024 dan Bolmong adalah basis suara Golkar, Sehingga Jangan sampai karena persoalan ini lalu berpengaruh dan merosotnya suara partai Golkar Bolmong,” Tandasnya.

Sementara itu Aleg provinsi Sulut dari fraksi Golkar utusan dapil BMR sekaligus sekretaris DPD 1 PG Sulut Raski Ashari Mokodompit belum berhasil dimintai konfirmasi atas kisru dan penolakan keras kader PG atas pencopotan jabatan sekretaris DPD II PG Bolmong.

Begitupun upaya konfirmasi ke ketua DPD I PG Sulut Ibu Cristiany Eugenia Paruntu (CEP) melalui Via WhatsApp, Sayangnya konfirmasi Wartawan belum di jawabnya.

Perlu diketahui bahwa persoalan atas penonaktifan sekretaris PG Bolmong ini telah menimbulkan kecaman serta penolakan keras dari kader PG bolmong melalui Ketua AMPG Ali Imran Aduka langsung angkat bicara membuka berbagai dugaan pelanggaran AD/ART yang terjadi di DPD I PG Sulut, baik penunjukan Plt Ketua PG Bolmong Saudara Rubby Rumpesak SH yang dinilai cacat hukum olehnya, maupun posisi Plt Ruby Rumpesak rangkap tiga jabatan sekaligus, dimana kata pria yang di kenal vokal ini, bahwa sejarah pertama kali terjadi Rubby Rumpesak yang di ketahui sebagai Sekretaris DPD II PG kota manado dan juga Wakil ketua DPD I PG bidang pemuda dan Olaraga, di tunjuk sebagai Plt ketua DPD II Bolmong, nah ini kebijakan yang sudah melanggar Aturan partai. Yakni, DPD I PG Sulut telah mengabaikan ketentuan Pasal 12 ayat 2 Dalam AD/ART PG.

 

Pewarta : Chandra/Tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *