Polsek Medan Helvetia Ringkus Pelaku Pemerasan di Angkutan Umum

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Tim Reskrim Polsek Medan Helvetia meringkus pelaku pemerasan di atas angkot yang ada di Kota Medan. Saat beraksi, pelaku tersangka bernama Embang (32) warga Aceh Besar, dengan aksinya tidak segan-segan melukai korban dengan menggunakan Sajam (senjata tajam).

Menurut Kanit Reskrim Polsek Medan Helvetia, IptuPol Zuhatta Mahadi, menjelaskan, halnya penangkapan pelaku berawal dari laporan korban berinisial M dan S. Kedua korban yang saat itu pulang ke rumahnya di daerah Tembung diperas oleh pelaku dan seorang rekannya di atas angkot KPUM 65, tersebut.

“Saat di atas angkot, pelaku Embang rekannya memaksa korban untuk memberikan ongkos”, ungkap Iptu Pol Zuhatta, Kamis (24/6/2021) dalam siaran pers.

“Heran karena dimintai ongkos walau belum sampai ke tujuan, korban kemudian mempertanyakan hal tersebut. Karena supir angkot memilih tidak berbicara, korban kemudian memberikan ongkos kepada pelaku sebesar Rp10.000.
Lalu korban Manalu langsung memberikan ongkos kepada pelaku sebesar Rp10.000. Pelaku meminta lebih kepada korban dan pada saat membuka tas sandangnya, tiba-tiba tangan pelaku masuk ke dalam tas”, sambungnya.

“Selain itu, melihat pelaku mencoba mengambil isi tasnya, korban kemudian menahan tangannya. Namun pelaku berhasil menarik uang sebesar Rp20.000 dari tas korban. Selanjutnya, pelaku langsung memukul leher Manalu dengan menggunakan tangan kirinya dua kali serta menusuk bagian kaki sebelah kiri korban dengan menggunakan paku payung tiga kali.
Kemudian para pelaku langsung pergi. Lalu korban melaporkan kejadian tersebut”, ujar Kanitreskrim.

Saat mendapatkan laporan, kemudian petugas melakukan penyelidikan dan berhasil mengungkap identitas salah satu tersangka. Tak membutuhkan waktu lama, petugas menangkap tersangka Embang dan mengamankan di Mapolsek Medan Helvetia.

“Sedangkan rekan tersangka yang berinisial R saat ini masih dalam pengejaran,” terangnya.

Sementara itu, saat diintrogasi tersangka Embang mengakui sudah beraksi dua kali. Saat beraksi, pelaku mengaku dalam keadaan mabuk untuk meningkatkan kepercayaan diri. “Sudah dua kali, dapatnya Rp. 30.000,- bagi dua sama kawan satu lagi.” pengakuan pelaku.

 

Pewarta : Sahar siregar

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *