Tak Hiraukan Maklumat Kapolda Sulut, Penambang Emas Tanpa Izin di Potolo Membandel

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Bolmong – Kegiatan pertambangan emas tanpa izin (PETI) tepatnya diwilayah kecamatan lolayan (Bolmong-red), terindikasi masih terus dibiarkan oleh pemerintah dan aparat penegak hukum (APH).

Pasalnya, kegiatan Ilegal Mining dilokasi PETI Potolo ini sudah cukup lama berjalan yang dilakukan oleh beberapa oknum cukong. Semisal, Ko Ron dan ko kre serta beberapa oknum lainnya yang ikut serta main dilokasi tersebut.

Menariknya, Kegiatan perusakan hutan dengan menggunakan alat berat excavator dan pembuatan bak rendaman pemurnian emas dengan skala ukuran besar tersebut, seolah tak mampu di tindak dan terkesan seperti ada pembiaran dari pihak yang memiliki peran untuk menindak maupun menutup ilega mining itu.

Demikian hal tersebut dikatakan oleh Ketua Lembaga Pemantau Pemerintah Bolaang Mongondow (LP2BM) Ali Imran Aduka pada awak media, Rabu (14/07/21) pagi tadi.

” Diminta Kapolda Sulut Irjen Pol Drs.Nana Sudjana untuk menutup, menangkap dan penjarakan oknum pelaku PETI dilokasi yang dimaksud,” Pinta Aduka.

Lanjut Ali Aduka, Manakala penindakan persoalan Ilegal mining ini kurang disuport? sama halnya pemerintah maupun aparat penegak hukum tutup mata dan terkesan mendukung sesuatu yang melanggar aturan? Sehingga diminta dapat dilakukan penindakan hukum yang terukur.

” Saya fikir persoalan PETI ini sudah cukup lama kami soroti. Semenjak kepemimpinan Kapolda sebelumnya juga masalah ini telah kami laporkanke APH maupun diberitakan berkali kali oleh rekan rekan media, akan tetapi masih saja oknum cukong memaksakan diri melakukan pertambangan ilegal dan perusakan lingkungan. Ironisnya, malah perbuatan melanggar hukum itu dilakukan secara bergantian di lokasi hutan potolo dan beberapa lokasi lainnya dengan menggunakan alat berat Excavator, serta dhum truck pengangkut matrial lalung lalang di area yang semestinya tidak dibolehkan ada aktivitas PETI disana” Beber Ketua LP2BM Ali Imran Aduka.

Masih Ali Aduka menjelaskan, Mecermati pasal 89 ayat (1) huruf a, dan Undang undang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan, No 18 Tahun 2013 sangat jelas menyebutkan kegiatan penambangan dalam kawasan hutan tanpa izin, sebagaimana yang di maksud dalam pasal 17 ayat (1) huruf B ; Dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 ( Tiga ) tahun dan paling lama 15 ( Lima belas ) tahun serta pidana denda paling sedikit Rp 1.500.000.000,00 (Satu miliar lima ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 10.000.000.000,00 ) Sepuluh miliar rupiah).

Ali juga menambahkan, Pasca hadirnya Undang Undang No 3 Tahun 2020, tentang perubahan atas undang undang No 4 Tahun 2009, ada 6 point penting secara eksplisit larangan dan perbuatan pidana yang di sebutkan beserta ancaman pidananya juga. Yakni:

1, Kegiatan Usaha pertambangan tanpa izin.

2, Pemegang izin dengan sengaja menyampaikan laporan yang tidak benar atau menyampaikan keterangan palsu.

3, Melakukan kegiatan oprasi produksi namun izinnya masih tahap kegiatan kegiatan eksplorasi.

Menampung Memamfaatkan, melakukan pengolahan dan atau pemurnian pengembangan dan atau pemamfaatan pengangkutan penjualan mineral dan atau batubara yang tidak berasal dari pemegang izin Memindah tangankan izin
6.Tidak melakukan reklamasi pasca tambang dan penempatan dana jaminan pasca tambang.

Dengan melihat 6 point yang tertuang dalam UU No 3 Tahun 2020 atas perubahan UU No 4 tahun 2009, ada pasal yang mengatur dan menegaskan bahwa setiap perbuatan yang melanggar/melawan hukum, sudah seharusnya di tindak tegas berdasarkan perundang undangan yang berlaku.

Dimana telah di atur pada pasal 158 UU No 3 Tahun 2020, menyebutkan. “Setiap orang yang melakukan penambangan tanpa izin sebagaimana di maksud dalam pasal 35, di pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak 100 Miliar.” Pungkasnya.

Perlu diketahui, ilegal mining di kecamatan loloyan (Bolmong) sudah sejak lama banyak menelan korban jiwa. Berbagai peristiwa tambang baik itu beberapa penambang dikabarkan tertimbun longsor dilokasi maupun peristiwa berdarah lainnya yang menyisahkan kesedihan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Parahnya lagi, beberapa oknum cukong dikabarkan masih saja berulah dengan puluhan unit excavator dan tidak kapoknya melakukan pertambangan emas tanpa izin (PETI), walaupun pelaku lainnya sudah ditangkap yang hingga saat ini masih menjalani proses hukuman penjara yang dijatuhkan oleh majelis hakim pengadilan negeri kotamobagu atas perbuatan yang mereka lakukan dengan sadar di area lokasi yang dilarang.

 

Pewarta : Chandra/ tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *