Diduga kuat ada dalang dalam pencairan uang PKH di Desa Teluk Labuan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang Benten – Menteri Sosial, Tri Rismaharini berjanji akan menindak tegas oknum pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang berani mengambil hak Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Menurutnya, tindakan tersebut sangat merugikan baik negara maupun masyarakat selaku penerima manfaat.

Namun ketegasan ini seakan tidak berarti dengan apa yang dirasakan oleh Darwinah (72) salah satu KPM PKH (Program Keluarga Harapan) warga kp. Teluk desa teluk Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang-Banten yang dimana diduga suatu kebingungan dan menimbukan pertanyaan.

Keluarga yang tinggal di Huntap pemberian pemerintah ini akibat terkena tsunami tahun 2018 silam ini ke Mitrapol.com melalui Dawi anak dari Darwinah menerangkan bahwa awal adanya pemberitahuan untuk turunnya uang PKH, Enok selaku ketua kelompok mengumpulkan KKS KPM untuk dilakukan pengambilan.

Ia pak, saya tanya ibu saya yang sudah lansia ini diberikan uang sama ibu Enok sejumlah 500 ribu dan ibu saya memberikan 50 ribu sebagai tanda terima kasih ibu saya ke ibu Enok selaku Ketua Kelompok dan dipegang ibu saya uang sejumlah 450 ribu, terang Dawi. Selasa (13/7/21).

Namun ketika saya lihat didalam struk pengambilannya bahwa jumlah uang yang diambil sejumlah 600 ribu, berarti seratus ribunya kemana, tanya Dawi.

Bapakan saya kasih informasi tadi pagi tambah Dawi, sorenya ibu Enok datang ke rumah ibu saya dengan nada marah dan mengembalikan uang yang seratus ribunya.

Sementara, melalui telepon selulernya, Oman selaku pendamping PKH Desa Teluk mengatakan sudah mengkalirifikasi ke bu Enok dan bu Enok sudah mengembalikan uang KPM yang bernama Darwinah.

“Ia kemaren sudah kita klarifikasi pak, dan menurut pengakuan bu Enok uangnya tidak tau jatuh, gak tau gimana, yang jelas struk pengambilannya dikasihkan kepada KPM , terang Oman.

Ia pak saya tidak bisa menyalahkan bu Enok juga, terangnya lagi. Kepada saya bu Enok sampai bersumpah tidak berniat mengambil hak KPM, struknya aja diserahkan kepada KPM yang jelas seharusnya untuk pengambilan uang itu seharusnya KPM itu sendiri, terang Oman.

Ditempat terpisah Royen Siregar selaku ketua LSM SANRA (Sayap Amanah Nusantara) DPW Banten menanggapi kejadian yang dialami Darwinah ini patut diduga suatu permainan untuk mengambil haknya KPM.

“saya menduga ini suatu alasan saja, sekarang kita berbicara Logika dari pengakuan keluarga KPM sebelum uang dipulangin bahwa uang diberikan kepada ibu darwinah yang sudah lansia berumur 72 tahun dengan jumlah uang 500 ribu dan struk pengambilan, dan ibu darwinah mengiklaskan dengan memberikan uang 50 ribu sebagai terimakasihnya kepada ibu enok, sisa yang dipegang ibu Darwinah 450 ribu,” terang Royen.

Sedangkan anak Darwinah melihat dalam struk pengambilan sejumlah 600 ribu dan wajar beliau menanyakan berapa yang diterima ibunya selaku KPM dan jawaban Darwinah yang sudah lansia ini diberikan uang 500 ribu. Dengan kejanggalan ini rekan media mendapat cerita tersebut dan menggali informasi kependamping atas adanya kejadian itu sore harinya ibu Darwinah didatangi oleh ibu enok dengan marah-marah dan mengembalikan uang 100 ribu, tambahnya.

Ditegaskan Royen, jika tidak adanya pengaduan anaknya kepada media mungkin uang 100 ribu ini tidak akan dikembalikan dan adem-adem saja, dan dari jawaban dari bu enok ke pendamping menurut saya hanya sebuah alibi, ini terjadinya pengembalian.Dengan adanya pengembalian berarti benar donk sudah ada pengembalian uang terhadap KPMa2patut saya duga jangan-jangan KPM lain juga bisa jadi merasakan seperti yang dirasakan Darwinah ini.

Jadi lucu menurut saya, ko bisa Ketua Kelompok yang paling berperan dalam pencairan uang KPM ?. Hal ini tidak bisa dibiarkan, saya meminta ke APH untuk mengusut tuntas kejadian yang seperti ini siapa sebenarnya dalang dalam hal ini, tutupnya.

 

 

TIM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *