Mayoritas Sekolah SD di Purbolinggo Rusak, Ketua Korwil Samiran : Mengakui Itu Bukan Wewenang Kami

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lampung Timur – Banyak kerusakan kerusakan bangunan sekolah dasar (SD) di wilayah Kecamatan Purbolinggo Lampung Timur, sepertinya tidak menjadi persoalan yang cukup besar bagi Ketua Koordinator Wilayah (KORWIL) setempat. Padahal, dana pusat tersebut melalui anggaran dana BOS setiap bulannya telah dikeluarkan.

Dana bantuan perawatan yang berasal dari dana BOS tersebut berguna memperbaiki kerusakan ringan dimasing – masing sekolah. Mulai dari pengecatan, rehap atap pecah hingga penambalan plapon yang jebol. Mengenai besaran dana bantuan itu, tergantung dari jumlah murid yang ada disekolah.

Namun, fakta dilapangan tetap saja sebagian pihak sekolah lalai dan tidak menjalankan aturan itu. Salah satu contoh yang terjadi di SDN 2 Taman Fajar Kecamatan Purbolinggo Lampung Timur, sekolah terlihat tidak mulai rusak dan tak terawat.

Menanggapi berbagai persoalan itu, tim media menghubungi, Samiran selaku Ketua Korwil Dinas Pendidikan Kecamatan Purbolingo, Lampung Timur.

” Kalau perawatannya tak liat dari luar itu, untuk pagar sekolah SD di wilayah Kecamatan Purbolinggo sudah bagus dan wajar. Karena kan dana perawatan sangat kecil persentasenya ,” kata Samiran, kepada awak media via sambungan telpon, Rabu (14/07/2021) sore.

Selain itu, Samiran juga menjelaskan, terkait jumlah tim pengawas dan sekolah SD, yang ada di Kecamatan Purbolinggo, masuk dalam wilayah Korwil.

” Pengawas ada 4 , dan sekolah SD ada 30 yang satu swasta. Mengenai dana perawatan itu sangat kecil. Misalnya dana perawatan ringan 2 juta, itupun harus bergilir. Contoh perawatan ringan adalah pengecatan,plapon dan jendela rusak serta lainnya. Hanya sebatas – sebatas itu saja ,” tegas Samiran.

Disampaikan oleh Samiran memaparkan, tugas dan fungsi serta peran bagi pengawas Korwil.

” Pengawas itu memberi pembinaan teknis pembelajaran, kaitannya dalam pembelajaran. Kaitannya dengan keuangan yaitu managerial kepala sekolah. Kita Korwil kesekolah, itu selalu. Ibaratnya rumahnya kedua. Pertama dirumah kita masing – masing. Kalau menegur lisan sudah, terkait kerusakan sekolah SD, tapi itu bukan wewenang kami ,” papar Samiran.

Kedepan, tim media juga akan terus memantau dan turun ke sekolah – sekolah di Kecamatan Purbolinggo Lampung Timur, guna melihat penerapan dan pelaksanaan dana BOS, terutama dalam perbaikan sarpras. Apakah sudah benar – benar dilaksanakan, atau ada indikasi dikorupsi oleh oknum Kepsek.

 

Pewarta : MM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *