Lebih dari 50 Karyawan PT JRBM Terpapar Covid-19, Dua Aktivis Minta Gubernur dan Satgas Covid Segera Hentikan aktivitas Perusahaan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Bolmong – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Diminta hentikan aktivitas kegiatan perusahan tambang PT. JRBM untuk sementara waktu, sampai diketahui pasti puluhan karyawan yang dikabarkan terpapar covid-19 telah sembuh.

Demikian hal ini di katakan oleh Wahyudi Batalipu selaku lembaga Pemantau Pembangunan Kinerja Pemerintah (LP2KP) pada awak media Minggu (18/07/21) Siang tadi.

” Pak Gubernur harus tegas, hentikan kegiatan perusahan tersebut untuk menimalisir penyebaran atau penularan virus yang lebih besar lagi kepada karyawan yang belum tertular virus,” Pinta Wahyudi Selaku Anggota Investigasi LP2KP.

Yudi Batalipu anggota investigadi LP2KP

Senada juga dikatakan oleh Ketua Lembaga Pantau Pemerintah Bolaang Mongondow (LP2BM) Ali Imran Aduka, kabar Terpaparnya puluhan karyawan PT. JRBM ini sudah sangat meresahkan masyarakat, pasalnya terlebih puluhan karyawan yang diduga terpapar virus, terinformasi sudah di isolasi di beberapa hotel dikotamobagu sekaligus dikabarkan bahwa satu kariyawan sudah meninggal dunia dan dikebumikan secara protokol Covid-19.

” Kami sangat perihatin mengetahui bahwa puluhan karyawan PT. JRBM terpapar Covid melalui hasil pemeriksaan Swab antigen dan kabarnya satu kariyawan telah meninggal dunia, Sisi lain kami juga cukup kuatir jika puluhan karyawan yang terpapar itu hanya di isolasi di hotel yang bukan tempat isolasi yang di siapkan oleh pemerintah serta aman bagi masyarakat yang berada dan tinggal di lingkungan sekitarnya,” Ujar Ali Imran Aduka

Dirinya juga mendesak Gugus tugas Provinsi Sulut untuk turun lapangan guna mengecek keberadaan Karyawan yang terpapar agar tidak hanya di isolasi di hotel saja, melainkan saran kami harus disiapkan tempat isolasi yang terbaik bagi mereka berdasarkan ketentuan yang ada, agar mereka juga mendapatkan hak serta terlindungi dalam proses menjalani pengobatan untuk kesembuhan diri mereka.

” Pemerintah Diminta turun lapangan mengecek apakah hotel hotel yang dijadikan tempat usolasi tersebut memiliki sertifikat dari kementrian kesehatan RI atau tidak?,” tanya Ali.

Ali Imran Aduka Ketua LP2BM

Tidak hanya itu Aduka, Dirinya juga mendesak Dinas Ketenaga Kerja (Disnaker) provinsi sulut dapat meninjau puluhan karyawan yang terpapar itu, agar mereka juga mendapatkan perlindungan serta hak hak mereka untuk bisa diketahui secara pasti bahwa kondisi mereka aman ketika berada di tempat yang dijadikan lokasi isolasi oleh PT. JRBM tersebut.

“Dinas tenanga kerja, Satgas covid-19 dan Serikat pekerja seluruh indonesia SPSI Provinsi sulut diminta segera turun ke perusahan PT. JRBM untuk melakukan sidak menyangkut 1 karyawan yang sudah meninggal dunia dan 56 karyawan lainya diduga kuat positif terpapar covid-19 versi swab antigen yang sekarang ini di isolasi di 3 hotel yang berada di kotamobagu.” Tutur Aduka.

Ali Imran Aduka Seraya menambahkan, Puluhan karyawan yang terpapar ini perlu di perhatikan demi melindungi karyawan yang lain yang belum terpapar jauh dari penularan virus, Sehingga perlu melakukan kroscek lapangan baik di lokasi PT. JRBM maupun tempat yang dijadikan lokasi karantina itu,” Tandas Ketua LP2BM Ali Imran Aduka.

Terpisah Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulut Steven Dandel Ketika dikonfirmasi awak media melalui Via Tlp Minggu (18/07/21), Menyampaikan, Dirinya sudah berkoordinasi dengan pemeritah wilayah. Yakni Kabupaten/Kota terkait persoalan kabar adanya puluhan karyawan yang terpapar virus tersebut.

Steven Dandel Satgas Covid-19 Provinsi Sulut

Dikatannya bahwa data yang terpapar covid-19 yang masuk secara keseluruhan di sampaikan Gugus tugas per wilayah secara menyeluruh dan tidak di pisahkan kurang lebih 200 orang. Sehingga Bukan bicara persoalan JRBM saja, Tetap keseluruhan jumlah korban yang terpapar perwilayah,” ucap Steven

Disinggung terkait apakah pihal Gugus Tugas Provinsi sudah mengeluarkan rekomendasi penghentian sementara aktivitas kegiatan PT. JRBM Didalam menimalisir dampak penularan kepada karyawan lain yang belum terpapar?

Steven Dandel Menjawab, Dimana berdasarkan surat edaran bahwa setiap unit usaha apabila sudah 5 orang yang terpapar positif covid-19, Itu langsung di tutup.

” Mencermati Segala Ketentuan Yang ada, Berdasarkan Surat Edaran Gubernur Tahun 2020, Terkait Penegakan Protokol Covid-19, Bahwa Disebutkan Jika Yang Positif Lebih Dari 5 orang dan Memiliki Hubungan Penularan Secara Epidemiologi, Maka Kantor Tersebut di Tutup Selama 1 Minggu,” ujar Steven Dandel

Begitupun Kata Steven dandel, Hotel yang dipakai untuk Isolasi atau karantina bagi korban yang terpapar harus memiliki Sertifikat dari kementrian kesehatan RI. Seperti yang ada di Manado ada beberapa hotel dijadikan tempat isolasi covid-19, itu sudah memiliki Sertifikat dari kementrian kesehatan RI.

Dirinya juga menyampaikan bahwa persoalan ini bisa langsung di konfirmasi kepada Gugus Tugas Wilayah kabupaten/kota, karena setiap wilayah hingga kecamatan dan desa telah di bentuk gugus tugas covid-19.” Pungkas Steven Dandel selaku Gugus Tugas Covid-19 provinsi sulawesi Utara (Sulut).

Sayangnya kepala Dinas Kesehatan kotamobagu dr. Tanti Korompot belum berhasil dimintai keterangan konfirmasi.

Beberapa kali dihubungi awak media. melalui tlp salulernya, Namun yang terdengar nomor yang anda tuju sedang tidak aktif. Disusul melalui pesan WhasApp, itupun bulum dijawab juga.

Begitupun sampai hari ini, Minggu (18/07/21) Awak media masih terus berupaya menghubungi dan mengkonfirmasi ke pihak PT. JRBM, akan tetapi upaya konfirmasi tersebut belum ditanggapi.

 

Pewarta : Chandra/Tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *