Wartawan tak kenal lelah itu sudah tiada

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lebak banten – Wartawan tak kenal lelah itu patut disandang buat Lamir (usia di atas 60 tahun) kelahiran Rangkasbitung, Kabupaten Lebak kini sudah tiada. Minggu (18/7/21)

Almarhum merintis sebagai jurnalis di era tahun 1985-an yang awalnya seorang pedagang di Pasar Rangkasbitung. “Pertama kali ia merintis sebagai jurnalis media cetak Swadesi, media mingguan terbitan Jakarta.

Saat itu, menjadi seorang wartawan sangat sulit dan ketat tidak mudah seperti sekarang. Menjadi wartawan memiliki kebanggaan tersendiri, meski tanpa gaji dan upah dari perusahaan penerbitan tersebut.

Apalagi, menjadi anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI/) Kabupaten Lebak di era Menteri Penerangan Harmoko sangat ketat. Asosiasi wartawan saat itu yang diakui pemerintah hanya organisasi PWI.

Kelebihan wartawan zaman itu sebagai jurnalis pendukung pemerintah dan semua wartawan harus mengangkat berita bersifat pembangunan.

Keunggulan wartawan yang tergabung PWI Kabupaten Lebak mampu membuat tulisan dan artikel juga tidak begitu mengejar sekedar uang “tutup mulut”.

Mereka pernah yang meraih juara lomba tulisan almarhum Rahmat Lugiman, termasuk meraih photograper tingkat Jawa Barat juga Kang Rahmat sebagai wartawan Pikiran Rakyat.

Oleh karenanya, almarhum tahun 1980-an meski belum menjadi anggota PWI Kabupaten Lebak yang ketuanya saat itu Sopian Tsauri.

Namun, dirinya tetap membantu PWI Kabupaten Lebak yang anggotanya saat itu terdiri dari Edi Murpik, Rahmat Lugiman, Cedin Nurdin Rosyad, Abdullah, Sopan Tsauri, Ami Suherman, Rahmat, Sam Nur Saputra dan Dedi.

Namun, kegigihan Lamir rajin mewartakan berita- berita tentang pembangunan Kabupaten Lebak. Kemungkinan besar almarhum menjadi anggota PWI Kabupaten Lebak tahun 1990-an.

“Kami menilai Lamir sebagai wartawan pekerja keras hingga usia hayatnya masih aktif di media bahasa Sunda yakni Mangle terbitan Bandung, ” kata Nana Jumhana wartawan senior dari media Kabar Banten.

Menurut dia, dirinya tidak menyangka telah meninggalkan rekan-rekannya begitu cepat. Sosok Lamir bisa dikatakan sebagai wartawan senior dan dipastikan selama 40 tahun menggeluti sebagai jurnalis. Karena itu pemerintah daerah patut memberikan penghargaan.

“Yang lebih menarik Kang Lamir suka banyolan dan humor jika ke rumah,” kata Nana.

Begitu juga Mansur Suryana seorang jurnalis Perum LKBN Antara mengatakan dirinya mengenal sosok almarhum sejak dulu ketika aktif di PWI Kabupaten Lebak tahun 1985-an.

“Kami teringat saat pameran pembangunan yang digelar 2 Desember di Alun-alun Rangkasbitung dengan mereka menata dan menjaga stan PWI Lebak, ” katanya.

Kepergian almarhum tentu Kabupaten Lebak kehilangan seorang jurnalis yang tak kenal lelah itu. Saat ini, wartawan senior Kabupaten Lebak yang masih hidup Edi Murpik, Cedih Rosyad Nurdin dan H Ahya.

Semoga kepergian almarhum diterima disisinya dan ditempatkan di surga. Begitu juga keluarga yang ditinggalkan bersabar.

 

Pewarta : Eli Sahroni

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *