Kadisnakertrans Sulut, Aktivitas Kegiatan di PT JRBM Harus Segera di Tutup

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Bolmong – Seiring dengan ledakan kasus Covid-19 yang semakin tidak terkendali, pemerintah melakukan sejumlah pencegahan dan pengendalian Covid-19 khususnya di daerah. Meski demikian, hingga saat ini masih banyak perusahaan yang nakal dan tidak mengikuti peraturan dengan tertib.

Menanggapi adanya sorotan serta masukan dari beberapa LSM di Bolmong yakni, Lembaga Pemantau Pemerintah Bolaang Mongondow (LP2BM) dan Lembaga Pemantau Pembangunan Kinerja Pemerintah (LP2KP) terkait peran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) atas kabar banyaknya karyawan PT. JRBM yang terpapar covid-19 dan sedang menjalani isolasi di beberapa hotel di kotamobagu dan diminta Pemprov Sulut untuk menghentikan aktivitas kegiatan perusahan untuk sementara waktu dalam memutus mata rantai penularan Covid-19 di wilayah Provinsi Sulawesi Utara,

Hal ini di tanggapi oleh Kadisnakertrans Sulut Ibu Erny B. Tumundo. “Dikatakan Erny Tumundo, Disnakertrans mengacu pada surat edaran Gubernur bahwa lebih dari 5 yang terpapar positif, maka aktivitas kegiatan dihentikan untuk sementara waktu.

” Kami mengacu sesuai dengan surat edaran Gubernur dalam memutuskan mata rantai penularan. Sehingga kamipun secepatnya akan berkoordinasi dengan pihak perusahan,” ucapnya.

Lebih Lanjut Kata Erny Tumundo, Andai akan ditutup aktivitas kegiatan PT. JRBM untuk sementara waktu, Hal ini dimaksudkan untuk memutuskan rantai penyebaran dan penularan yang lebih luas dan ditutup hanya waktu 1 minggu sesuai kondisi.

“Sesuai Edaran Gubernur Sulut, No 8 Tahun 2020, jika ada yang terkonfirmasi disuatu institusi pemerintah maupun swasta dan lebih dari 5 yang dinyatakan positif, maka aktivitas kegiatan ditutup,” tegas Kadisnakertrans Sulut. Erny B. Tumundo, Kamis (22/07/21).

Masih Erny Tumundo Mengatakan, Dirinya juga sudah meminta laporan kepada HRD perusahan PT. JRBM atas jumlah yang terpapar dan sedang dalam isolasi di beberapa hotel.

” Kemarin sudah ada anggota DPRD yang menyampaikan ke saya terkait dengan persoalan ini, dan berkaitan langkah dan sikap yang di pertanyakan oleh LSM, Disnakertrans sulut masih melakukan koordinasi dengan pihak HRD perusahan untuk meminta penjelasan atas jumlah serta nama nama kariyawan yang di isolasi tersebut,” jawabnya

Disinggung apakah pihak Disnakertrans Sulut belum mendapatkan laporan dari pihak perusahan. ”Erny Tumundo Menjawab, Sampai hari ini belum.

Tambahnya, Harusnya Petugas P2K3 yang berada di Perusahan PT. JRBM wajib melaporkan hal ini ke Disnakertrans Sulut. Namun sayangnya sampai saat ini Disnakertrans sulut belum menerima laporan atas persoalan banyaknya karyawan yang sedang dalam isolasi mandiri, sehingga kami akan berkoordinasi dengan pihak menagement perusahan sekaligus membuat laporan berkaitan jumlah yang di isolasi secara keseluruhan.

” Sudah kami mintakan ke pihak perusahaan untuk melakukan pemeriksaan antigen kepada semua karyawannya dan jumlah keseluruhan karyawan yang sudah di antigen serta sedang dalam isolasi untuk secepatnya dibuat laporan dan dikirim ke pihak Disnakertrans Sulut,” Tandas Kadisnakertrans Provinsi Sulut Erny B. Tumundo.

Dibawah ini terlampir kriteria penjabaran peraturan gubernur nomor 8 tahun 2020. Bahwa jika ada yang terkonfirmasi positif disuatu institusi pemerintahan maupu Swasta adalah sebagai berikut:

Jumlah yang positif 1 s/d 3 dan memiliki hubungan penularan secara epidemiologi, maka pegaturan pegawai/kariyawan yang masuk kantor sebesar 50 % (Diatur shift kerja selama kurang lebih14 hari).

Jumlah yang positif 4 s/d 5 orang dan memiliki hubungan penularan secara epidemiologi, maka pengaturan pegawai/kariyawan yang masuk kantor 10% s/d 20% (Di atur shift kerja selama 14 hari).

Jika yang positif lebih dari 5 orang dan memiliki penularan secara epidemiologi, Maka kantor tersebut di tutup sementara selama 1 minggu. Dan wajib dilakukan penyemprotan disifektan di lingkungan kerja dari instansi tersebut.

Perlu diketahui, Sampai berita ini naik tayang, pihak.PT.JRBM belum menjawab upaya konfirmasi Wartawan. Sudah tiga kali tim awak media mendatangi kantor PT. JRBM tepatnya di kelurahan kotobangon, sayangnya Pak Broto maupun pak Joko tidak berada di tempat.

Awak mediapun berusaha menghubungi pak broto melalui Via Tlp, Namun sayangnya belum di respon.

 

Pewarta : Chandra/Tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *