Proyek Fiktif, Penyelewengan Dana Desa tahun anggaran 2020, Desa Matang Meunye Matang Kuli

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lhoksukon – Dugaan penyelewengan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2021 kembali tercium di Kabupaten Aceh Utara kali ini bukan sedikit angka yang diduga dilakukan penyelewengan bahkan ada bangunan yang diduga Fiktif dan tidak dilakukan pembangunan hingga bulan Juli 2020 ini.

Penyelewengan Dana Desa tahun anggaran 2020 itu terjadi di desa Matang Munye Kecamatan Matang Kuli Kabupaten Aceh Utara, tidak hanya itu ternyata penyelewengan itu di lakukan oleh mantan kepala desa yang saat ini juga ikut mencalonkan diri maju sebagai balon kepala desa untuk kedua kalinya

Dengan anggaran ratusan juta rupiah, namun pembangunan di desa tersebut tidak dilakukan salah satunya adalah bangunan gedung posyandu dan MCK yang diduga Fiktif.

Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini penyelewengan terjadi pada pembangunan gedung posyandu dan MCK dengan anggaran Rp 192.415.000, (seratus sembilan puluh dua juta empat ratus lima belas ribu rupiah) yang di duga fiktif sedangkan untuk pembangunan saluran pembawa air ke sawah dengan anggaran Rp 116.310.000 (Seratus enam belas juta tiga ratus sepuluh ribu rupiah) masih dalam tahap pengerjaan dan baru selesai dibangun kurang lebih sekitar 50% pengerjaan.

Menurut keterangan Safruddin selaku Sekretaris Desa (Sekdes) desa Matang Munye yang di wawancarai tim media pada Selasa (06/07/2021) lalu, mengatakan bahwa pihak desa telah memanggil geuchik untuk mempertanyakan perihal pembangunan tersebut dan telah duduk bersama untuk mencari solusi , dan geuchik (red -mantan geuchik) berjanji akan menyelesaikan nya .

“Kami pihak pemangku jabatan di desa telah memberikan waktu kepada geuchik untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dan Geuchik akan mengerjakan nya hingga akhir Juli 2021 dan itu menjadi salah satu syarat untuk nya maju menjadi calon Geuchik kedepan,” terang Sekdes.

Sekdes juga menambahkan, kalau geuchik tidak dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut maka kami tidak akan mengizinkan nya kembali maju mencalonkan diri sebagai balon kepala desa, dan dirinya sudah menyanggupinya.

Menurut nya juga selama ini geuchik tidak terbuka dalam pengelolaan dana desa, sehingga terjadi penyelewengan seperti ini.

“Kalau masalah uang saat kita tanyakan pada bendahara, maka bendahara bilang uang sama geuchik, bendahara hanya tarik uang habis itu di minta sama geuchik untuk keperluan desa atau bukan kita tidak tahu, begitu keterangan dari bendahara selebihnya dari itu kita tidak tau,” ungkap Sekdes.

Dan saya sendiri tidak pernah tau masalah itu apalagi berkaitan dengan uang. Dan kalau di rapat geuchik bilang yang lain dan dilapangan lain lagi di kerjakan, dan ini lah mungkin menjadi salah satu faktor sehingga terjadi penyelewengan dana desa tahun 2020.

Terkait dengan tidak selesainya pembangunan gedung posyandu dan MCK, geuchik tidak pernah memberikan jawaban yang memuaskan , geuchik mengatakan itu adalah tanggung jawab saya, dan kasih waktu untuk saya kerjakan,” ucap Sekdes.

Selama ini rencana pembangunan desa tidak pernah dikasih kepada kami, dan pada saat di (red-Mantan Geuchik) akhir jabatan kemarin kami mencari RAP dan itu pun kami dapatkan di kecamatan, sedangkan waktu kita minta sama geuchik tidak pernah dikasih, dari situlah kami tau bahwa masih ada infrastruktur yang belum dibangun.

Sedangkan untuk penggunaan Anggaran Dana Desa Tahun 2021 Sudah berjalan, dan juga sudah dilakukan pembangunan, seperti pembangunan sarana olahraga dan itu di bawah Geuchik PJ dari Kantor Camat.

Harapan dari kami pihak desa agar bangunan yang belum dikerjakan agar segera dikerjakan karena kalau itu tidak dikerjakan yang rugi masyarakat desa sendiri.

 

Pewarta : Zulmalik/ Tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *