Rekor Bor! Sudah Seratus lebih Karyawan PT JRBM di Sulut Terpapar Covid-19, Aktivitas Perusahaan Masih Lanjut

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, KOTAMOBAGU – Miris melihat sikap pemerintah terkesan melakukan ‘Pembiaran’ atas banyaknya karyawan PT. JRBM yang terpapar dan sedang dalam isolasi di hotel kotamobagu serta sudah ada yang meninggal dunia.

Biarpun hal ini sudah terang menerang disampaikan oleh beberapa LSM untuk meminta dan mendesak pemerintah Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) menutup Aktivitas kegiatan PT. JRBM. Namun sayangnya, “Hingga saat ini kegiatan pertambangan perusahan tersebut masih saja beraktivitas. Ada apa?,” ucap Ketua Lembaga Pamantau Pemerintah Bolaang Mongondow (LP2BM) Ali Imran Aduka.

” Pak Gubernur Harus Menunggu berapa banyak lagi korban yang meninggal dan kemudian dilakukan tindakan tegas penutupan aktivitas kegiatan perusahan PT. JRBM?” Tanya Ali

Dikatakan Ali, Sangat jelas perusahan melakukan pelanggaran prokes dengan tidak memberikan laporan jumlah kariyawannya yang terpapar dan sedang dalam isolasi, baik itu By Name By Address ke Pemerintah.

Bahkan kata Ali, Peristiwa terpaparnya kariyawan PT. JRBM tersebut, sudah memakan dua korban jiwa yang meninggal akibat covid. Salah satu contoh yang terjadi hari ini Jumat 23 Juli 2021 Berinisial SM domisili kelurahan Matali.

” Jadi dengan adanya kasus ini, Gubernur Sulawesi Utara Bapak Olly Dondokambey Diminta Hentikan aktivitas kegiatan perusahan PT. JRBM Untuk mencegah bertambahnya korban jiwa dan mencegah penularan yang lebih luas lagi,” Pintahnya.

Lanjutnya, Percuma Pemerintah mengeluarkan surat edaran sebagai dasar aturan yang harus di taati dan di patuhi dalam penegakan prokes pada kondisi pandemi saat ini, Sementara pemerintah sendiri belum menjalankan aturan itu sebagaimana mestinya.

Masih Ali menyampaikan, Harusnya pemerintah tidak perlu lagi berlarut larut menunggu informasi dari pihak PT. JRBM, baru dilakukan penindakan? Tapi sebaliknya Pemerintah segera melakukan tindakan tegas menutup aktivitas kegiatan PT. JRBM serta perusahan harus tunduk, patuh terhadap pemerintah, Karena hal ini berkaitan dengan darurat kesehatan nasional yang saat ini berlaku di indonesia.

” Selaku lembaga kami berharap tidak boleh ada yang harus di tutup tutupi oleh pemerintah maupun pihak perusahan, karena ini menyangkut keselamatan orang banyak. Dimana pemerintah harus cepat melakukan tindakan, agar kariyawan PT. JTBM yang terpapar bisa mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai dengan SOP yang berlaku dan yang belum terpapar bisa di terlindungi dari dampak penularan,” Pungkasnya Ali Imran Aduka.

Lebih lanjut Ucap Ali, Dirinya menduga jangan jangan kariyawan yang meninggal hari ini di akibatkan tidak maksimalnya pelayanan kesehatan yang diberikan oleh pihak perusahan sesuai dengan SOP dan akibat lamanya bersangkutan (Almarhum) di isolasi di salah satu hotel dikotamobagu.

Berikut data Update Covid di Provinsi Sulut https://corona.sulutprov.go.id/data

” Kabar yang kami dapat bahwa sebelum kariyawan tersebut dilarikan ke rumah sakit (RS) Pobundayan kotamobagu, bersangkutan (Almarhum) sempat di isolasi di salah satu hotel dikotamobagu.” Tandasnya pada awak media Jumat 23 Juli 2021.

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kotamobagu (Dinkes KK) dr. Tanty Korompot ketika di mintai konfirmasi Oleh Awak Media atas penyebab meninggalnya kariyawan PT. JRBM tersebut. Tanty menjawab, berdasarkan hasil Tes PCR, bersangkutan terpapar Covid-19.

Awak mediapun mencoba menghubungi Dirut RS Kotamobagu dr. Wahdania Mantang terkait penyebab meninggalnya salah satu kariawan PT. JRBM tepatnya di Rumah Sakit Kotamobagu. Dijawab olehnya Benar bersangkutan meninggal akibat terpapar covid-19

 

Pewarta : Chandara/Tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *