Viral Jokowi Blusukan Cari Oseltamivir dan Favipiravir di Apotek Bogor, Obat Apa Sih?

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Sebuah video viral menunjukkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendatangi apotek menanyakan obat oseltamivir dan favipiravir. Sayang, keduanya kosong alias tidak tersedia. “Saya mau ini, mau cari obat Antivirus yang Oseltamivir,” tanya Jokowi.

Jokowi tampak mengenakan kemeja putih dan bermasker hitam. Sembari membuka secarik kertas, Jokowi menanyakan ketersediaan obat antivirus kepada penjaga apotek perempuan.

Petugas di apotek menjelaskan bahwa obat tersebut sudah lama kosong, baik yang generik maupun yang bermerek, yakni Fluvir. Jokowi lantas menanyakan obat lainnya

“Saya mau ini, mau cari obat antivirus yang Oseltamivir,” tanya Jokowi.

“Oseltamivir sudah kosong, Pak,” jawab penjaga apotek.

“Nggak ada?” tanya Jokowi lagi.

“Nggak ada,” timpal penjaga apotek.

“Terus saya cari ke mana kalau mau cari?” ujar Jokowi.

“Nah itu kita juga sudah tidak dapat barang dari ininya,” ungkap penjaga apotek.

“Udah berapa hari nggak ada?” tanya Jokowi lagi.

“Kalau Oseltamivir itu yang generik itu sudah lama, Pak, kemarin itu masih ada merek Fluvir, tapi ya sekarang juga sudah kosong,” jawab penjaga apotek.

“Kalau yang ini, Favipiravir?” tanya Jokowi.

“Nggak ada juga,” kata penjaga apotek.

“Kalau yang ini, Favipiravir?” tanya Jokowi, yang disahut dengan jawaban yang sama oleh petugas apotek.

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menyebut momen tersebut direkam di sebuah apotek di Bogor, Jawa Barat. Video diambil siang ini, Jumat (23/7/2021).

Sebenarnya, oseltamivir dan favipirafir itu obat apa?
Oseltamivir sebelumnya dikenal sebagai obat antivirus untuk pengobatan influenza atau flu tipe A dan B. Beberapa merek yang populer adalah Fluvir dan Tamiflu. Obat ini menghambat neuroamidase yang dibutuhkan oleh virus Flu untuk bereplikasi.

Pada COVID-19, Oseltamivir diberikan secara empiris pada awal masa pandemi karena sulitnya membedakan gejala COVID-19 dengan infeksi Flu. Dalam paket obat gratis untuk isolasi mandiri (isoman) COVID-19 dari pemerintah, obat ini ada di paket B untuk pasien bergejala ringan.

Rekomendasi terbaru tatalaksana COVID-19 tidak lagi menganjurkan Oseltamivir untuk diberikan pada pasien COVID-19, kecuali ada kecurigaan koinfeksi influenza.

Sama seperti Oseltamivir, Favipiravir juga merupakan obat influenza yang pertama kali dikembangkan Toyama Chemical di Jepang dengan nama dagang Avigan. Obat ini juga sempat digunakan sebagai obat eksperimental untuk mengatasi Ebola.

Ditengah lonjakan virus Corona, kedua obat ini memang langka di pasaran. Banyak pasien isoman COVID-19 mengeluhkan obat-obatan ini sulit didapat.

Yang pasti, baik Oseltamivir dan Favipiravir sama-sama obat keras. Hanya bisa dibeli dengan resep dokter, dan digunakan dengan pengawasan dokter.

 

Red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *